oleh

Karhutla, Di Aceh TNI & Polri Kerah kan Water Canon

Meulaboh , Purnamanews.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terus terjadi di wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya, Provinsi Aceh, meski pun sudah dilakukan upaya pemadaman sejak beberapa hari terakhir di lahan gambut yang terbakar.

 

Pada senin (01/3/2021) siang,sejumlah personil di kerahkan, api di lahan gambut masih bertahan dan bahkan meluas, tim gabungan pemadam kebakaran bersama TNI-Polri berjibaku di atas permukaan lahan gambut yang masih mengeluarkan asap ke udara.

 

Tidak jauh dari lokasi Karhutla, di wilayah administratif Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Kabulaten Aceh Barat, terdapat objek vital Negara yakni Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3-4 dan juga PLTU 1-2.

Di lokasi setempat, sebenarnya kebakaran lahan itu sudah terjadi sejak Jum’at 26 Februari 2021, api sangat sulit dipadamkan, suhu udara panas serta dipicu tiupan angin memicu pesebaran titik api. lokasi Karhutla merupakan perbatasan daerah antara Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya.

 

Jalan menuju lokasi Karhutla, mesti melewati jalan lintas pengangkutan material batubara milik perusahaan tambang PT Mifa Bersaudara, di daerah setempat terdapat banyak ilalang dan pohon kecil sehingga sangat mudah terbakar disaat seperti ini.

 

Hingga hari ini Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mengeluarkan data luasan lahan yang terbakar kurang lebih 2 hektar, namun bila melihat secara kasat mata area yang terbakar itu mungkin bisa lebih dari itu.

 

Petugas kesulitan membawa mobil pemadam kebakaran ke lokasi karena harus melewati jalan kecil dan terpisah oleh kanal dan parit, sebab di kawasan setempat juga ada lahan kebun sawit dengan umur tanaman masih sangat muda.

 

“Kesulitan kita karena di sini terbatas sumber air, sementara mobil damkar tidak bisa mengakses kemari karena medan jalan,” kata pengelola Pusdalop BPBD Aceh Barat Mashuri, saat dikomfirmasih purnamanews

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed