oleh

Kades Sekecamatan Cempaka Ngopi (Ngobrol Pintar) Bersama Jaksa Dan Polisi di Kantor Aliansi Indonesia OKU Timur

Purnamanews.com-OKU Timur.M. Kanda Budi Setiawan alias Kanda Budi Aliansi selaku Ketua Aliansi Indonesia OKU Timur sambut ramah kunjungan silaturahmi Kepala Desa Sekecamatan Cempaka
Acara NgoPi (Ngobrol Pintar) bersama dengan 13 Kapala Desa se Kecamatan Cempaka, hadir juga dalam acara Soleh Ketua Forum Kades Belitang Madang Raya, Sugiran Ketua Forum Kades Semendawai Suku III, dan Aling Samito Perwakilan Ketua Forum Kades Belitang Mulya, acara NgoPI (Ngobrol Pintar) berlangsung di Kantor Aliansi Indonesia Kabupaten OKU Timur Desa Bedilan BK XI, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, para Kades Kecamatan Cempaka didampingi langsung Ibu Novita Kasi PMD Kecamatan Cempaka. Selasa (19/11/19).

Hadir dalam agenda bulanan itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri OKU Timur Yul Khaidir, Kasat Intelkam Polres OKU Timur yang diwakili oleh Kanit Intelkam IPDA Edi Tri Junaidi dan Tim Advokasi Aliansi Indonesia Jamaludin Aproni.

Dalam kesempatan ini Ketua Forum Kades Kecamatan Cempaka Sumedi Yanto mengatakan kami bangga dengan kehadiran Aliansi Indonesia di OKU Timur, kita harus mengakui dan angkat jempol, satu – satunya Lembaga yang ada di OKU Timur yang punya Kantor jelas, strukturnya pengurusnya jelas, legalitasnya jelas, Pejabat Pemerintah, TNI – POLRI,Pengusaha, Swasta mengakui gerakan Aliansi Indonesia khususnya di OKU Timur yang di Ketua oleh Ustadz M. Kanda Budi Setiawan yang sering dipanggi Kanda Budi Aliansi.

Masih Jumedi, kami Kepala Desa se Kecamatan Cempaka khususnya, salut dengan gerakan Aliansi Indonesia OKU Timur terutama dari Administrasinya surat – menyurat rapi tertata, dan Aliansi Indonesia OKU Timur memang turun ke lapangan untuk mengecek apa yang menjadi laporan masyarakat biar tidak terjadi fitnah, bukan terima berkas hanya diatas meja saja.

Satu lagi yang buat kami salut kalau pihak Aliansi Indonesia sudah kirim surat ke Polisi dan Jaksa itu pasti direspon, dan reput dibuatnya, makanya dalam dalam kesempatan ini kami datang ke Kantor Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara OKU Timur dalam acara NgoPi bareng untuk belajar bersama, menimba ilmu, pencerahan tentang hukum dari Aliansi Indonesia maupun dari Kejaksaan dan Kepolisian. “Ujarnya”

Kemudian dalam sambutannya Edi Tri Junaidi menekankan kepada para Kepala Desa untuk jangan takut menggunakan Dana Desa sepanjang sesuai dengan perencanaan dan anggaran. Hanya kami dari Kepolisian juga tegaskan jangan sekali – sekali manfaatkan Dana Desa untuk kepentingan pribadi atau memperkaya diri, kami pihak kepolisian juga melakukan pengawasan terhadap penggunaan Dana Desa, dan BUMDes yang bersumber dari APBN, jika ada laporan dari masyarakat pasti kami tindaklanjuti dan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku.”Ucapnya Tegasnya”

Kemudian sebelum acara dimulai Yul Khaidir dari Kasi Intel Kejaksaan Negeri OKU Timur berpesan kepada para kades agar bekerjalah sesuai tupoksi dan profesional dalam menjalankan roda pemerintahan terkait Dana Desa, sudah banyak Oknum Kades yang masuk penjara karena tersandung Korupsi Dana Desa, semoga Kepala Desa dari Cempaka bukan salah satunya.

Yul juga sampaikan Jangan gunakan Dana Desa untuk kepentingan pribadi atau memperkaya diri, kami dari Kejaksaan tidak segan segan memproses para oknum kades yang melanggar aturan yang mengkibatkan kerugian keuangan Negara.

Terus tambahnya lagi ini kami dari Kejaksaan sudah membaca juga berita terkait dugaan penyimpangan BUMDes kurang lebih 105 Desa, namun kami belum menerima laporan secara resmi dari Aliansi Indonesia OKU Timur”

Dalam Kesempatan terakhir berbicara Jamaludin Aproni sebagai Tim Advokasi Aliansi Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, menjelaskan bahwa Aliansi Indonesia tidak hanya melakukan pengawasan kinerja pemerintah, juga melakukan dibidang Advokasi terhadap masyarakat yang terzolimi dan juga melakukan pemberdayaan.

Dalam melaksanakan Tupoksinya Aliansi Indonesia memiliki Tim ahli seperti Tim Penelitian dan Tim Investigasi yang sudah terlatih yang mempunyai tugas masing – masing.

Adapun terkait temuan Tim kami ada sekitar 105 BUMDes di OKU Timur tidak ada pertanggungjawaban dari pengurus BUMDes dan adanya konflik kepentingan antara Kepala Desa dan Pengurus BUMDes.

Aliansi Indonesia melakukan analisa anggaran terhadap kegiatan pembangunan sarpras/fisik, kami menemukan ada unsur kesengajaan markup anggaran” Pungkas Jamaludin Aproni”

(Sumber dari AI/Toni)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed