oleh

Kabag Humas Pijay: Soal Bupati Melarang Wartawan Meliput Itu Hanya Miss Komunikasi Saja

PurnamaNews.com – Pidie Jaya. Kabag Humas dan Protokoler di Pemerintahan Kabupaten Pidie Jaya, Mahmudi mengklarifikasi soal pelarangan peliputan di acara pelaporan penyerahan DIPA Keuchik tahun 2019 hanya gara-gara ketinggalan komunikasi.

Mahmudi menjelaskan, Sebelum acara dimulai para pimpinan dan sebagian tamu undangan sudah terlebih dulu memasuki ruangan rapat.

Setelah itu Bupati meminta kepada salah satu panitia dalam hal DPMG untuk segera memulai acaranya.

“Pada saat itu Bupati menyuruhnya menutup pintu saja agar tidak ada yang keluar masuk selama acara berlangsung itu saja yang Bupati mohon,” jelasnya kepada PURNAMANEWS.COM, Jum’at (15/2/2019).

Sementara terkait Bupati melarang wartawan meliput berita, kata Mahmudi, Bupati tidak melarang media untuk meliput.

“Mungkin petugas yang menjaga pintu salah mengartikan arahan bupati dengan langsung menutup pintu karena acara sudah dimulai. Bupati pun tidak melarang wartawan untuk masuk,” ujarnya

Mahmudi kembali menjelaskan bahwa Bupati tidak melarang wartawan meliput acara pelaporan penyerahan DIPA tersebut.

“Acara pelaporan penyerahan DIPA Keuchik yang dibuka langsung oleh Bupati itu bukan lagi sebuah rahasia umum. Sudah seharusnya informasi itu diketahui publik dan masyarakat. Dan tidak mungkin Bupati melarang wartawan meliput kegiatan tersebut ,” jelasnya.

Mahmudi menambahkan bahwa Kami sangat menyadari jika Media/Pers adalah partner utama Pemerintah untuk membagikan informasi ke publik dan mempublikasi semua program pemerintah serta mempromisikan potensi-potensi daerah.

Ia berharap semua rekan-rekan media bisa memaklumi miskomunikasi itu dan berharap kerjasama yang baik sudah terjalin selama ini dapat terjaga dan berlanjut ke arah yang lebih baik lagi kedepannya. (Nazar/Red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed