oleh

JKN-KIS, TERTIPKAN PELAYANAN KESEHATAN

MEULABOH(PURNAMANEWS. COM), Jamkesnews – Memasuki tahun 2019, makin banyak masyarakat yang sudah merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), 23/09.

 

baik itu masyarakat yang tingkat ekonominya tinggi maupun masyarakat menengah ke bawah. Hal tersebut tentunya tidak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan dari pemerintah sekaligus masyarakat Indonesia sehingga program ini dapat bertahan sampai dengan saat ini. Seperti halnya yang disampaikan oleh Rosmanita yang kesehariannya merupakan ibu rumah tangga.

 

“Semenjak Pemerintah membuat program ini, saya dan keluarga sudah tidak terbebani lagi dengan biaya rumah sakit yang besar. Dulu ada istilah sadikin, sakit sedikit langsung miskin. Istilah itu membuat kami was-was jika mau berobat ke rumah sakit. Bahkan ada yang bilang, orang miskin dilarang sakit. Tapi perlahan hal tersebut hilang sejak ada JKN-KIS,” kata Rosmanita kepada tim Jamkesnews.

 

Dia juga mengungkapkan, setelah Program JKN-KIS berjalan empat tahun lebih, proses pelayanan kesehatan menjadi semakin tertib dan terarah melalui sistem rujukan berjenjang. Pelayanan kesehatan dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

 

“Karena sistemnya begitu, jadi penumpukan di rumah sakit berkurang. Saya merasakan sendiri. Kalau dulu sebelum ada JKN-KIS, sakit sedikit orang langsung ke rumah sakit. Batuk sedikit, pergi ke rumah sakit. Akibatnya jadi penuh sesak di sana. Kalau sekarang antriannya jadi jauh lebih teratur, karena sudah disaring dulu di FKTP. Saya pernah berobat di FKTP, layanannya juga tidak kalah dengan di rumah sakit kok,” katanya.

 

Rosma kemudian berharap kepada Pemerintah untuk terus berupaya dalam mengatasi masalah-masalah di bidang kesehatan. Ia pun berpesan kepada seluruh masyarakat yang telah menjadi peserta JKN-KIS agar taat membayar iuran bulanannya.

 

“Iuran yang sehat dipakai untuk membiayai pengobatan peserta yang sakit. Jangan berpikir rugi kalau kita tidak sakit, lalu kita berhenti bayar iuran. Justru dengan kita tidak pernah menggunakan JKN-KIS, iuran kita bermanfaat untuk membantu meringankan biaya peserta JKN-KIS lainnya yang sedang sakit. Yakinlah suatu hari nanti kita akan gantian dibantu jika sakit,” ujar Rosmanita.

 

Ia menilai, kehadiran JKN-KIS adalah bukti bawa negara hadir melalui BPJS Kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan yang adil dan merata bagi penduduk Indonesia.

 

“Harapan saya, pemerintah dapat terus berupaya mengatasi segala permasalahan di sektor kesehatan sehingga kami semakin mudah memperoleh manfaat dari program ini,” harap Rosma.(Ns) 

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed