oleh

JKN-KIS Hapus Kegalauan Petani dikala Sakit

Nagan Raya (Purnamanews) Jamkesnews, Mukhtar (40) adalah seorang petani dengan penghasilan pas-pasan yang tinggal di Desa Lhok Beutong, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya. Jumat (15/03).

 

Mukhtar,  merupakan peserta JKN-KIS dari segmen Peneriman Bantuan Iuran (PBI APBN) yang sangat mengharapkan BPJS Kesehatan untuk tetap selalu melaksanakan Program JKN-KIS. Hal tersebut tak lepas dari manfaat yang selama ini telah ia rasakan dari program mulia tersebut.

 

“Saya sangat terbantu sekali dengan adanya program (JKN-KIS) ini, walaupun hak kami ada di kamar perawatan kelas III tapi kami tetap menerima pelayanan yang optimal, baik waktu berobat di Puskesmas maupun di rumah sakit,” ungkapnya kepada tim Jamkesnews, 

 

Menurut Mukhtar, Program JKN-KIS merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap jaminan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia.Ini adalah program yang sangat bagus. Lahirnya Program JKN-KIS ini menurut saya merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat Indonesia. Apalagi bagi kami yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari, kebutuhan kesehatan memang sangatlah penting,tuturnya.

 

Menurutnya lagi, BPJS Kesehatan sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena dengan menjadi peserta JKN-KIS, masyarakat dapat memperoleh jaminan kesehatan tanpa harus memikirkan biaya perawatan ketika berobat.

 

“BPJS Kesehatan adalah salah satu instansi pemerintah yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan Program JKN-KIS melalui sistem gotong royongnya sangat bermanfaat bagi kami sebagai masyarakat kecil yang sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan. Ditambah lagi berobat kapanpun dan dimanapun tidak harus mikir biaya berobatnya,” jelas Mukhtar.

 

Ia dan keluarganya sudah beberapa kali menggunakan manfaat dari Program JKN-KIS tersebut. Pada saat istrinya akan melahirkan, ia segera membawanya ke Puskesmas terdekat. Namun karena ada kendala pada saat melahirkan normal, maka sang istri harus dirujuk ke rumah sakit di Meulaboh untuk menjalani proses persalinan dengan operasi caesar.

 

“Alhamdullilah, istri saya dibawa pulang ke rumah dengan menggunakan ambulance puskesmas dan proses persalinan pun berjalan lancar sehingga anak dan istri saya selamat dan semua biaya baik ambulance dan biaya operasi ditanggung oleh Program JKN-KIS ini,” akunya.

 

Ia mengucapkan terima kasih atas Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Ia berharap BPJS Kesehatan akan tetap ada di Indonesia dan selalu hadir memberikan pelayanan terbaik.

 

“Terutama kepada kami orang-orang yang tidak mampu sehingga kami tidak galau memikirkan biaya pengobatan di kala kami sakit,” pungkasnya. (Ns)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed