oleh

Jembatan Kampung Siluman Banyak Jatuh Korban Jiwa, Siapa Yang Bertanggung Jawab???

Purnamanews.com Kab.Bekasi — Jembatan penghubung antara perumahan Bekasi timur permai (BTP) di desa setiamekar,Kecamatan tambun Selatan. Di wilayah kampung siluman yang lebih tepatnya. Penghubung atara tiga desa. Setia mekar dan desa Mangunjaya,kecamatan tambun selatan dan juga desa karang Satria kecamata tambun Utara Kabupaten Bekasi,mengalami longsor,yang kini kondisi jembatan semakin parah dan mengerikan,Jumat (20/07/2020).

Perbaikan Jembatan Bekasi Timur Permai (BTP) tak kunjung terealisasi hingga 1 nyawa warga setempat terenggut akibat kerusakan jembatan itu.Pada 21 Oktober 2019,warga Kampung Siluman, Desa Mangunjaya,bernama Balim bin Mates meninggal dunia akibat kecelakaan di lokasi itu.

Menurut warga,pada Juni 2019,seorang pengemudi ojek online juga pernah menjadi korban di situ. Ia beruntung hanya mengalami luka ringan. Dan terjadi kembali memakan korban jiwa malam minggu,(19/07/2020) seorang ibu rumah tangga sedang melintas posisi gelap tidak melihat sebelah sisi jalan ambruk sehingga terprosok kedalam jabatan sekitar kurang lebih tiga meter.

Kondisi longsor sudah mencapai dari separuh badan jalan sehingga dikawatirkan jembatan akan ambruk.

Jika Itu terjadi maka salah akses warga yang hendak menuju Kota Bekasi akan terputus. Dari keterangan warga Yati yang Setempat kondisi jembar ini sudah rusak parah. Sejak beberapa tahun terakhir ini bahkan,kerap musim hujan banyak yang terjatuh.

Jembatan ini sangatlah penting untuk akses jalan warga dan penguna jalan Jangan sampai menelan korban nantinya. Apa lagi tidak ada yang menja jembatan tersebut pengaman berbentuk perigatan untuk pengguna jalan pun tidak ada, ” Ucapnya.

Dari pantauan media purnamanews.com jembatan yang tersisa separuh badan itu terlihat kurangnya besi dan pondasi yang kokoh bahkan penyambugan jembatan besinya saat ambruk terlihat sangat kecil dan minimnya besi penguat.

Kepala Dinas PUPR Saat Diminta keterangan oleh Media purnamanews.com lewat whatsaap dan telpon tidak mau mengangkat dan tidak mau berkomentar,seakan enggan memberikan keteragan terkait jabatan ambruk di kampung siluman.

Dalam pantauan media purnamanews.com kondisi nya sudah rusak ambruk parah peran Pengawas PPTk dan pemborong seakan tidak sesuai RAB dan spek,sehingga jembatan kondisi ya sangat prihatin dan memakan korban jiwa.

Redaksi

Artikel :Lensa Hukum

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed