oleh

Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA), Dukung Langkah Inspektorat Pidie Audit Dana Desa

[caption id="attachment_2307" align="alignnone" width="1280"] Dukungan ini disampaikan M Nur Keumala, Juru Bicara JARA di dampingi Iskandar Ar Rahman, Ketua JARA Aceh di Berenuen, Pidie, Kamis, 2 Agustus 2018. [/caption]

PURNAMANEWS – Pidie Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA) mendukung langkah Inspektorat Pidie mengaudit dana desa tahun 2017 sebesar 627, 5 Milliar untuk 730 gampong di Kabupaten penghasil kerupuk melinjau tersebut.

Dukungan ini disampaikan M Nur Keumala, Juru Bicara JARA di dampingi Iskandar Ar Rahman, Ketua JARA Aceh di Berenuen, Pidie, Kamis, 2 Agustus 2018.KUNJUNGI SPONSOR

Menurut M Nur, lembaganya selama ini mendukung upaya penggunaan dana desa secara akuntabilitas dan transparan ditingkat gampong, baik melalui usulan maupun program binaan, karenanya jika kemudian keliru dalam mengelola, maka JARA meminta Inspektorat untuk mengaudit dana tersebut”. Kata mantan Ketua Fokusgampi ini.

Baca Juga: Camat Singingi Hilir Seolah Tutup Mata Dengan Kasus Limbah Yang Sudah Menelan Korban Jiwa 

Menurutnya lagi, pihaknya selama ini menerima laporan masyarakat terkait penyimpangan pengelolaan dana desa dilapangan.

Selain itu, JARA menyorot agenda pemajangan baliho penggunaan anggaran di desa- desa, sejatinya laporan tersebut tidak sepenuhnya benar, karena sampai saat ini masih banyak kejanggalan- kejanggalan pelaksanaan dilapangan yang tidak sesuai dengan baliho tersebut, jangan jangan itu sebagai perangsang saja, cetusnya lagi.

M Nur mengigatkan agar aparatur desa lebih menekankan program pemberdayaan masyarakat dengan mendorong pendirian UKM dan koperasi, jangan melulu fisik, itu arahnya ke proyek”. Katanya lagi.

Ditambahkannya, selama tiga tahun masa realisasi pelaksanaan dana desa sejak turunnya Peraturan Menteri Desa nomor 21 tahun 2015, menurut pihaknya belum terlihat geliat pembagunan ekonomi di Kabupaten Pidie, karenanya tidak salah jika aparat desa mengundang mahasiswa untuk mendata potensi desanya masing- masing untuk kemudian dikaji secara akademik untuk melahirkan konsep pembagunan yang baik dan berkesinambungan. Ungkap aktifis JARA ini

(is/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed