oleh

“JARA” Desak BKSDA Aceh Tangani Konflik Gajah Di Pidie

[caption id="attachment_2184" align="alignnone" width="780"] Menurutnya, selama ini masyarakat dirugikan akibat konflik gajah tersebut, tidak terhitung lagi berapa kerugian material masyarakat selama ini, [/caption]

PURNAMANEWS – Aceh. Juru Bicara LSM JARA ( Jaringan Aspirsi Rakyat Aceh) M Nur Keumala mendesak BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Provinsi Aceh segera menyelesaikan konflik gajah di Kabupaten Pidie, Senin 31 Juli 2018. Desakan ini disampaikan saat mengunjugi lokasi amukan gajah di Paya Geunang, Desa Cot Setui, Keumala, Pidie.

Menurutnya, selama ini masyarakat dirugikan akibat konflik gajah tersebut, tidak terhitung lagi berapa kerugian material masyarakat selama ini, karenanya JARA merasa prihatin melihat kerusakanan ini” Cetus mantan Ketua Fokusgampi ini.

Ditambahkannya, konflik ini sudah berlangsung selama empat tahun lebih, adapun wilayah yang dirusak gajah selama ini meliputi Kecamatan Mila, Kecamatan Sakti, Kecamatan Keumala dan Tangse. Karenanya ia mendesak BKSDA menanggani konflik ini secara konfrehensif.

Baca Juga: Hari Ini KPK Jadwalkan Pemeriksaan Istri Gubernur Aceh Non Aktif 

“Kami LSM JARA menyatakan sikap mendukung langkah BKSDA menyelesaikan konflik ini”, Tegasnya.

LSM JARA akan melakukan upaya pendataan korban amukan gajah diwilayah ini. Terang M Nur.

Sebelumnya diberitakan oleh media kawanan gajah kembali memakan padi milik Basri (42) dan Fitri (23), warga Cot Setui, warga Kecamatan Keumala, Pidie. Selain padi, binatang bergading tersebut kembali memakan kacang siap panen milik Tgk. Rusli, (52), tuha peut desa setempat. Luas area padi dan kacang yang dimakan gajah mencapai satu haktare lebih

(Is/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed