Inisiator Jari Manies : Anies Baswedan Game Changer Politik Nasional

Politik127 Dilihat

Jakarta – Keberhasilan Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta, popularitas dan elektabilitas Anies yang selalu berada di papan atas dalam banyak survei politik, adalah beberapa hal yang telah menarik perhatian banyak kalangan. Inilah salah satu kekuatan Anies untuk menjadi seorang _game changer_ politik nasional. Demikian diungkapkan oleh Rahman Toha, inisiator Jaringan Rakyat Indonesia Bersama Anies Baswedan atau disingkat Jari Manies.

“Suka atau tidak suka sekarang ini Anies Baswedan adalah _game changer_ atau pengubah permainan politik nasional. Langkah-langkah Anies saat ini selalu menjadi pemicu langkah-langkah politik parpol dan tokoh politik nasional lainnya”, kata Rahman Toha, yang juga akrab dipanggil Amang.

Menurut Amang, deklarasi capres-cawapres oleh PSI, pernyataan Ganjar siap nyapres dan manuver para pendukungnya, juga manuver Demokrat serta PKS adalah efek dari pencapresan Anies Baswedan.

“Bahkan Presiden Jokowi ikut terpancing mengomentari isu pencapresan ini dalam pidatonya saat HUT Partai Golkar”, ungkap Amang.

“Pencapresan Anies Baswedan oleh Partai Nasdem sudah merubah konstelasi politik nasional dan mendorong dinamika dalam Pencapresan,” tambahnya.

Situasi seperti ini menurut Amang juga bagus untuk publik. Karena akan memaksa partai-partai politik melakukan langkah-langkah politik secara terbuka dan bisa dinilai publik.

“Eskalasi politik nasional yang meningkat saat ini akan menjadi tontonan publik sekaligus edukasi untuk masyarakat dalam menilai partai politik dan Capresnya”, pungkasnya.

Amang juga berharap partai-partai politik seperti PDIP dan Golkar mulai realistis melihat fakta tentang Anies Baswedan sebagai Capres potensial untuk diusung.

“Posisi dan konstelasi politik ke depan sangat dinamis dan mungkin saja banyak kejutan, partai besar yang banyak pengalaman seperti PDIP dan Golkar pasti sudah punya hitungan yang realistis, dan mungkin saja Anies Baswedan ke depannya masuk dalam radar hitungan PDIP dan Golkar”, tutup Amang dalam keterangannya kepada awak media di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

MC / red

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *