oleh

Penjelasan Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal Siswa Di Berangkatkan ke Sekolah

Purnama News.Com – Slawi . Sesuai keputusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal, siswa baru tingkat TK, SD dan SMP yang berada di Kabupaten Tegal diberangkatkan selama satu minggu. Tujuan diberangkatkannya siswa, adalah sebagai masa pengenalan sekolah dan penjelasan proses belajar yang selanjutnya akan dilakukan secara daring dan laring. Hal ini disampaikan Kepala Dikbud Kabupaten Tegal Akhmad Wasari  Kamis, (16/07/2020) saat lakukan konferensi pers Evaluasi dan Persiapan Proses Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021, di Posko Gugus Tugas Covid-19.

 

Dalam prosesnya, Lebih lanjut Wasari menjelaskan, memang pihaknya belum bisa mengizinkan pembelajaran secara normal, karena situasi kondisi yang belum memungkinkan terkait penyebaran virus Covid-19. Oleh karena itu, proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini hanya berlangsung selama satu minggu, pun untuk siswa tingkat rendah seperti TK, SD kelas satu hingga tiga akan menjalankan proses belajar secara tatap muka mulai dari pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Sedangkan untuk kelas tinggi yaitu meliputi siswa SD kelas empat, lima dan enam serta siswa SMP, proses belajar secara tatap muka berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.

 

“ Para murid baru pasti ingin tahu seperti apa sih sekolah saya, seperti apa kepala sekolah saya, ruang kelas saya, guru – guru saya, Ini butuh tatap muka. Sehingga, kami membuat SOP baik untuk tingkat TK, SD dan SMP. Meskipun siswa masuk selama satu minggu, protokol kesehatan harus dilakukan secara ketat,” katanya.

 

Kemudian, ia melanjutkan penjelasannya terkait siswa SD kelas dua hingga enam yang diberangkatkan selama satu minggu, disamping kepentingan administrasi, mereka juga akan diberi informasi menganai sistem pembelajaran berikutnya. Begitu juga dengan siswa SMP, setelah kelas tujuh atau siswa baru minggu ini selesai diberangkatkan, siswa kelas delapan akan diberangkatkan juga di minggu berikutnya, begitu pun dengan kelas sembilan yang bakal masuk juga di pekan setelahnya. Selanjutnya, ketika proses ini selesai maka akan dilakukan evaluasi, dimana pada bulan September akan diadakan pencanangan panduan prosedur belajar mengajar yang merupakan keputusan menteri. “Sambil menunggu, paling tidak ada langkah awal. Sehingga, peserta didik sudah paham dan tidak terkejut lagi, mengenai proses pembelajaran selanjutnya,” ungkapnya.

 

Wasari menjelaskan, SOP tersebut akan benar-benar diperhatikan dan diterapkan mulai dari tahap persiapan yaitu perizinan orang tua dan penyemprotan disinfektan di setiap ruang kelas. Pun hingga ditahap akhir, para komite sekolah dan guru – guru akan memastikan siswa langsung pulang ke rumah bersama orang tua yang menjemputnya disekolah. “ Perlu dicatat, para orang tua boleh untuk tidak mengizinkan anaknya ikut dalam proses belajar dan mengajar tatap muka selama satu minggu ini, begitupun jika anak tersebut sakit, kami tidak memaksa bahkan diankurkan unt tidak berangkat. Kemudian, tidak akan ada jam istirahat, para pedagang yang biasa berjualan juga tidak diperbolehkan,” tutupnya.

 

Melihat beberapa daerah di Kabupaten Tegal masih terdapat pasien terkonfirmasi positif, Dikbud memutuskan di beberapa daerah, sama sekali tidak dilakukan proses MPLS. Oleh karena itu, siswa didaerah tersebut tetap melakukan proses pembelajaran dan pemberian informasi oleh pihak sekolah lewat daring.

 

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah Widodo Joko Mulyono menyampaikan pendapatnya bahwa ia mendukung segala peraturan yang dikeluarkan, asalkan para satuan pendidikan melaksanakan peraturan protokol kesehatan secara ketat termasuk menerapkan Peraturan Bupati Nomor 35 tahun 2020. Kemudian, Joko juga mengutarakan jika proses pembelajaran yang ditentukan adalah cara terbaik untuk saat ini, sambil meunggu keputusan menteri selanjutnya.

 

“Meskipun pembelajaran secara daring dan laring dianggap menyusahkan, akan tetapi kita harus siap. Ini merupakan tatanan baru, meskipun harus ada persiapan dan percontohan. Hikmah yang bisa kita ambil dari adanya virus corona ini adalah, munculnya inovasi-inovasi baru yang harus kita fikirkan. Kita semua harus menjadi agen perubahan,” pungkasnya.

( Fe/red )

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed