oleh

INDONESIA CETAK TRANSAKSI POTENSIAL Rp 9,75 Milliar di Vietnam Expo 2019

Banda Aceh – Purnamanews 

Ho Chi Minh City, 27 Desember 2019 – Produk Indonesia berhasil mencetak transaksi potensial sebesar Rp9,75 miliar di Vietnam Expo 2019 yang berlangsung pada 4—7 Desember 2019 di Saigon.

Exhibition & Convention Center (SECC), Ho Chi Minh City, Vietnam. Vietnam Expo merupakan pameran internasional yang rutin diselenggarakan sebanyak dua kali dalam setahun dan kali ini
merupakan penyelenggaraan yang ke-17.
Vietnam Expo 2019 menampilkan multiproduk yang diikuti sebanyak 850 peserta dari 18 negara

Dok.Foto Humas Kemendag

diantaranya Inggris, India, Taiwan, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Rusia, Jepang, Filipina,Singapura, Hongkong, Spanyol, Thailand, Swiss, Tiongkok, Amerika Serikat, Indonesia, dan
Vietnam.
“Produk Indonesia mendapat respons yang sangat baik dari buyer dan pengunjung pameran
hingga berhasil meraih transaksi potensial sebesar Rp9,75 miliar. Nilai ini terdiri atas transaksi ritel
berupa produk kosmetik, perhiasan, dan kerajinan tangan sebesar Rp12,44 juta , serta transaksi kontak dagang sebesar Rp9,74 miliar,” kata Kepala Atase Perdagangan Hanoi Mohammad Iqbal
Djamil.
Menurut Iqbal, Indonesia perlu lebih memanfaatkan potensi Vietnam untuk menjadi tujuan pasar ekspor dan rantai pasok tingkat regional bagi industri nasional. “Vietnam termasuk salah satu
negara yang memiliki perjanjian perdagangan bebas (FTA) baik secara bilateral maupun regional dengan 13 perjanjian dan memiliki potensi pasar yang cukup besar dengan penduduk lebih dari 96 juta jiwa,” imbuhnya.

Pada Vietnam Expo 2019, Atdag Hanoi dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan memberikan fasilitas kepada tujuh perusahaan Indonesia yang mengikuti pameran berupa lahan seluas 54 m2 untuk menampilkan produk-produknya.
Ketujuh perusahaan Indonesia yang mengikuti Vietnam Expo 2019 yaitu PT Universal Abrasivindo Industrial (produk amplas/sandpaper), CV Bali Bakti Anggara (produk dekorasi rumah), PT Irawan Djaja Agung (produk obat-obatan yang dijual bebas/over the counter/OTC), CV Jaya Abadi (produk
makanan ringan), PT Dexa Medica (produk farmasi), PT Aquasolve Sanaria (produk makanan sehat), serta PT Gloria Origita Cosmetics (produk kosmetik).
“Ketujuh perusahaan Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan promosi produk Indonesia ke Vietnam  dan memperluas ekspor ke pasar-pasar nontradisional,” jelas Iqba

( Iskandar )

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed