HOME INDUSTRI GARAM KONSUMSI BERYODIUM KABUPATEN BREBES

Purnamanews.com – Jatibarang Brebes. Kabupaten brebes bukan hanya penghasil pertanian padi, bawang merah atau telor asin saja, tapi juga penghasil garam krosok kemudian di olah menjadi garam dapur beryodium yang bermutu dan memproduksi garam beryodium seperti garam meja, garam briket dan garam halus lainnya yang sesuai permintaan konsumen (selasa, 17-09-19).

Home industri garam krosok dan garam halus beryodium ini di kelola oleh bapak HADI RIYANTO, yang sudah bermerek CV. JARBES JAYA SAMUDERA dan bersertifikat standar nasional indonesia (SNI) , asal desa kemiri amba kecamatan jatibarang kabupaten brebes, Jawa Tengah, adapun bahan air laut yang berasal dari pantai utara kecamatan losari sampai ke kecamatan wanasari kabupaten brebes, produksi garam beryodium ini telah berkembang pesat dalam waktu 2(dua) tahun telah menghasilkan tiap bulannya sebanyak 2(dua) ton.

Asal mulanya bahan baku garam krosok ini yang di hasilkan para petani di kabupaten brebes terutama warga pinggir pantai utara, lalu di kelola dengan mesin penggiling ,mesin oven pemanas dan alat cetak untuk briket atau garan bata lalu di paking atau kemasan oleh karyawan yang terlatih, menjadi garam konsumsi yang beryodium oleh bapak hadi riyanto dan di bantu oleh para pekerja yang profesional sehingga menghasilhan produk garam dapur beryodium yang berkwalitas dan bermutu dalam kesehatan program pemerintah

Produksi garam halus beryodium ini telah banyak peminatnya terutama dari luar kabupaten brebes,seperti pekalongan, banjarnegara, bekasi, cikarang, bandung, jakarta.

“Tim media purnamanews mewawancarai dengan bapak hadi riyanto pengelola garam halus beryodium, garam beryodium ini sangat berguna terutama untuk pelezat rasa masakan kuliner tanpa ada efek samping dan garam halus ini sudah beryodiun yang sudah bersertifikat standar nasional indonesia (SNI) No 3556 – 2010,”jelas pak Hadi.

Dan membantu pemerintah dalam program garam beryodium agar mencegah penyakit gondok yang sudah sering di alami warga masyarakat indonesia karena kekurang yodium.

Aliando/Red

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *