oleh

“HADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI” PT POLITEKNIK NEGERI KUPANG GELAR SEMINAR NASIONAL TENTANG BIG DATA

PURNAMANEWS.COM, KUPANG– Jurusan Teknik Elektro Perguruan Tinggi Politeknik Negeri Kupang (PNK), gelar seminar Nasional tentang Big Data di gedung Auditorium PNK. Selasa (13/11/18) siang.

Mengusung tema “Trend Big Data Untuk Optimalisasi Layanan Informasi di Era Revolusi Industri 4.0″ Jurusan Teknik  Elektro PNK menghadirkan pemateri dari  Universitas Padjadjaran Bandung dan Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pemateri dari Universitas Padjajaran Nuning Kurniasih, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Big Data di zaman Era Digital ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Karena, Dalam setiap aktifitas masyarakat umum hampir semua ada kaitannya dengan Big Data.

“Setiap hari kita menciptakan banyak data, data ini bisa berasal dari mana saja, posting ke situs media sosial, gambar digital dan video, catatan transaksi pembelian dan lain-lain itu juga di sebut Big Data.” Ungkapnya.

Lanjut Nuning terkhususnya di bidang industri, Big Data itu sangat bermanfaat dalam mengetahui respon timbal balik masyarakat, terhadap produk atau jasa perusahaan.  Membantu perusahaan mengambil keputusan dan menjadi  dasar penyusunan kebijakan dan perbaikan pelayanan perusahaan.

“Selain itu juga, Big Data sangat membantu meningkatkan citra perusahaan dan
membantu dalam perencanaan bisnis dengan mengetahui perilaku pelanggan.” Jelasnya.

Lanjutnya, data base untuk pengelolahan konfensional semuanya sama. Namun, juga memiliki software yang berbeda dan juga memiliki aplikasi yang sangat banyak. Sehingga bisa memilih informasi yang telah disimpan dalam Big Data.

Menghadapi era digital, semua data yang yang ingin diakses bahkan semua aktifitas  akan dialihkan melalui internet, karena semua data sudah tersimpan. Sehingga, kepada mahasiswa yang merupakan penerus dapat menggunakan revolusi industri 4.0 dengan positif.

“Terkait penyimpanan data pada Big Data, bukan saja dari perusahaan atau instansi pemerintahan maupun swasta, namun dengan tidak sadar kita yang pengguna smartphone juga seringkali melakukan penyimpanan atau masukan data ke Big Data,” kata Nuning.

Bagi mahasiswa yang ingin menerapkan trend Big Data ini di kampus, untuk di kembangkan di dunia kampus guna menghadapi era digital. Semuanya bersifat konfensional karena aplikasi yang di gunakan akan melakukan analisa lalu menyajikan beberapa sumber terkait dengan Big Data yang dicari.

“Big data yang disediakan pada setiap aplikasi, terkait dengan sistem informasi yang tersimpan dalam data base, semuanya bersifat umum. Bisa diakses oleh siapa saja dan dimana saja,” tutup Nuning.

Ketua Jurusan Teknik Elektro Jemsrado Sine mengatakan, peranan data sangat penting, terutama memasuki era ledakan data atau Big Data. Oleh karenanya, pihak yang mampu mengolah dan memanfaatkan data-data yang sangat besar, cepat, variatif, dan kompleks, dapat mengambil keuntungan yang besar.

Dikatakan, istilah dan penerapan Big Data masih belum begitu populer, khususnya di lembaga pemerintahan maupun di masyarakat.

Seminar ini di maksudkan untuk melihat sejauh mana teknologi Big Data sudah dimanfaatkan di beberapa lembaga akademik, termasuk pemerintahan, dan tantangan apa saja yang muncul dalam penerapannya.

“Kita mulai dari lingkungan kampus untuk mengenal apa itu Big Data. Secara institusi PNK memiliki data base juga. Namun, belum di kelola dengan baik, sehingga ke depan kami akan mengelolanya dengan baik agar bisa diakses mahasiswa,” kata Jemsrado.

Hasil seminar ini dapat memberikan informasi dan inspirasi, sehingga implementasi teknologi Big Data di Indonesia dapat semakin luas, khususnya di lembaga pemerintahan. Untuk itu, kegiatan ini melibatkan kerja sama dengan Dinas Kominfo sebagai lembaga pemerintah daerah, pioner dalam pengembangan Big Data di NTT.

Selain itu, Seminar mengenai penerapan Big Data diharapkan sejalan dengan tantangan Revolusi Industri 4.0 yang kini dihadapi, misalnya kegiatan ini dapat mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0.

“Kami terus mendorong mahasiswa untuk menggunakan sosial media secara positif untuk menjawab tantangan era revolusi industri. Ke depan, semua aktifitas hanya di kontrol melalui internet dan menghindari konten-konten hoax dan lainnya,” papar Jemsrado. (Red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed