oleh

GMBI Geruduk Kejari Purwakarta

[caption id="attachment_2584" align="alignnone" width="1164"] Kajari Purwakarta menerima enam orang perwakilan dari 34 orang GMBI Purwakarta[/caption]

PURNAMANEWS – Purwakarta. Lantaran tidak ada kejelasan soal perkembangan kasus kunjungan Kerja Fiktif yang diduga melibatkan anggota DPRD Purwakarta. GMBI Purwakarta menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta untuk beraudensi dengan Kajari Purwakarta, Syahpuan.

Pada kesempatan itu, Syahpuan, Kajari Purwakarta menerima enam orang perwakilan dari 34 orang GMBI Purwakarta yang saat itu mendatangi Kajari Purwakarta, Rabu (15/8).KUNJUNGI SPONSOR=>

H. Selan Ketua GMBI Purwakarta mempertanyakan beberapa kasus yang sedang ditangani Kejari Purwakarta di antaranya yang diduga melibatkan 45 anggota DPRD Purwakarta dan permasalahan pembangunan di lokasi Jalan Gunung Karung.

Baca Juga: Pelopori Gali Bakat Seni Generasi Muda, Kodim 0102/Pidie Selenggaran Komsos Kreatif 

“Ya pada saat ini kita mempertanyakan kasus kunjungan kerja fiktif yang diduga melibatkan 45 anggota DPRD Purwakarta. Apa lagi sebentar lagi ada pemilihan calon anggota Legislatif. Sungguh sangat tidak elok apabila ada calon anggota DPRD yang mempunyai masalah hukum tapi masih bisa mencalonkan diri,” tandasnya.

Ia juga mempertanyakan kasus pembangunan jalan yang berlokasi di Jalan Gunung Karung.

“Saat beraudiensi tadi, Kita juga mempertanyakan kasus mengenai pembangunan jalan di lokasi Gunung Karung juga, karena ditengarai dalam pelaksanaannya bermasalah,” bebernya.

Sementara itu, Kajari Purwakarta Syahpuan mengatakan, ketika pihaknya melakukan tindakan, itu berdasarkan laporan dari masyarakat, temuan dan perintah dari atasan.

“Dan mengenai masalah dugaan kunjungan kerja fiktif melibatkan 45 orang anggota DPRD Purwakarta saya jamin akan selesai di pengadilan. Apapun itu hasilnya harus kita terima dan hargai,” jelas Syahpuan.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Purwakarta, Fauzal Ma’ruf secara teknis menjelaskan, pasal 184 tentang alat bukti dan pasal 183 minimal 2 barang bukti.

“Kita sedang menyusun barang dan atau alat bukti, sehingga kasus ini benar-benar dapat diproses sesuai aturan yang ada dan kami pun sebenarnya ditanyakan oleh Kejagung. Saat ini kita sedang menyusun dakwaan dengan berkas yang sudah ada,” ujarnya.

(eka/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed