oleh

Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Menilai, Pansimas Anggaran yang Mubazir.

Purnamanews.com Meulaboh – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat melalui koordinatornya Edy Syahputra mendesak pihak terkait untuk menuntaskan pekerjaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Aceh Barat.senin 04/05/20.

 

“GeRAK, Kita juga mendorong agar adanya pemeriksaan dari pihak berwenang atas proyek yang kami duga menjadi mubazir. Dari laporan dan fakta dilapangan, tercatat bahwasannya Program Pamsimas tersebut banyak menimbulkan persoalan dan diniliai jauh dari harapan, dimana hal ini tidak mampu menjawab kebutuhan warga terhadap air bersih serta sanitasi yang sehat. 

Laporan dan fakta lapangan yang kita dapatkan seperti di Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI. Dimana paska pengerjaan proyek Pamsimas tersebut yang disebutkan oleh perangkat desa dikerjakan pada tahun 2017 lalu, septic tank (tempat penampungan) selesai dikerjakan, namun tempat closet alias jaban sebagai tempat buang hajat atau air besar tidak siap pengerjaannnya hingga saat ini. Fakta dilapangan, yang dibangun cuma septitank (tempat penampungan) saja, sedangkan closet tidak pernah terbangun. Patut kita sesali atas hal ini, dampaknya adalah sejumlah warga di desa tersebut terpaksa melakukan buang hajat atau air besar dengan memakai plastik atau memilih untuk melakukannya ke sungai atau ke tempat umum lainnya. Ironis, dan kesan yang timbul yaitu program Pamsimas menjadi sia-sia pembangunannnya, artinya penggunaan anggaran tersebut menjadi sia-sia atau tidak termanfaatkan dengan baik. 

 

Selain itu, perangkat desa juga menyebutkan bahwa sumur bor yang siap dikerjakan dalam proyek Pamsimas tersebut, saat ini juga tidak bisa dimaksimalkan atau dipergunakan lagi oleh warga desa. Tidak ada sarana air bersih yang didapatkan secara maksimal dan juga sarana tempat buang air besar tidak pernah terwujud.

 

Padahal secara umum Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan pengentasan kemiskinan, pembangunan sumber daya manusia, serta perbaikan pelayanan. Patut diketahui bahwa Kondisi buruk sarana sanitasi menyebabkan kerugian besar terhadap kesehatan masyarakat, ekonomi, dan lingkungan. Salah satu dari empat penyebab utama kematian balita di Indonesia, disebabkan karena diare dan tifus, merupakan penyakit yang disebabkan langsung oleh ketidaklayakan sarana air minum, sanitasi, perilaku tidak bersih.

 

Atas hal tersebut, kita meminta pihak terkait untuk lebih serius dalam melaksanakan Progam Pamsimas tersebut, baik anggarannya yang bersumber dari APBD, APBK atau APBN, tidak terkcuali juga hingga dana desa.

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed