oleh

Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat Pertanyakan Terkait Galian C Ilegal di Desa Lhok Buya dan Lhok Timon Paska Dilakukan Operasi Penertiban!

Purnamanews.com, Aceh Jaya – Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GerAK) Aceh Barat, Edy Syah Putra menyoroti kinerja aparat pemerintah paska melalukan operasi penertiban terhadap keberadaan galian C yang diduga ilegal dan beroperasi di Gampong Lhok Buya dan Lhok Timon, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya. 

 

“Edi Mengatakan,Paska operasi yang berlansung pada tanggal 23 Juni 2021 lalu, kita masih menunggu itikad aparatur negara yang tergabung didalamnya, apakah ada keseriusan untuk menindaklanjuti atau tidak! Kenapa, karena disini kita melihat ada fakta atas dugaan galian C ilegal tersebut.

 

“Pertama, ada pengakuan secara jelas disampaikan oleh dinas dan kemudian ada alat berat yang turut disegel ketika operasi itu berlansung, tidak kecuali aparatur penegak hukum juga terlibat!

Jadi tak mungkin bila alat disegel dan

 

“Kedua ,kemudian disita, tapi orangnya justru melanggeng bebas! Tak mungkin alat itu jalan sendiri, karena ini bukan negeri khayangan yang serba diluar akal sehat! Katanya

 

Dia,Juga Menerangkan,

Ketiga, bahwa praktek ini sudah berlansung lama, jadi tidak terhitung berapa nilai kebocoran pendapatan asli daerah (PAD), dan berat kemungkinan kami menduga ada pihak atau oknum tertentu menikmati aliran dana segar ini! Tentunya, 

 

kami berharap agar proses penegakan hukum ini juga harus dilakukan secara terbuka agar diketahui siapa cukong atau mereka yang menjadi pemback-up atas kegiatan galian C illegal tersebut.pintanya

 

“Bahwa kami menduga adanya proses tindak pidana pencucian barang tambang yang tidak memiliki izin dan kemudian mengarah kepada perbuatan pencucian uang atau money laundrying!

 

“Di mana uang yang dihasilkan adalah berasal dari kejahatan illegal mining yang terus berlangsung saat ini di Kabupaten Aceh Jaya”.

 

“Ke empat, kami menilai, bahwa tindakan galian C tersebut telah menimbulkan dampak kerusakan lingkungan, dan akibatnya bukan tidak mungkin wilayah yang menjadi penyangga bibir pantai akan mengalami kerusakan yang masif atau ketika air besar (purnama) datang dengan begitu mudah daerah tersebut terkenan bencana alam akibat ulah kita sendiri!

 

“Ke Lima, Kami juga meminta untuk dilakukan penyelidikan atas bahan bakar yang dipergunakan untuk alat berat (beko) yang diduga dipergunakan dalam proses aktivitas galian C tersebut.

 

Kami juga turut menyesalkan terkait pernyataan Kabag Ops Polres Aceh Jaya yang mengaku tidak dapat mengambil tindakan terhadap aktivitas galian C ilegal tersebut. Padahal data, dan fakta dilapangan, proses ilegal galian C telah berlansung! Katanya

 

Atas hal itu, kami akan menyurati Komisi III DPR RI dan Kapolri terkait permasalahan galian C ilegal di Kabupaten Aceh Jaya.

“Menurut hemat kami, langkah tersebut diambil setelah mendalami dan mempelajari kasus dan penanganan galian C ilegal di Kabupaten Aceh Jaya belum ada upaya yang serius untuk benar-benar ditindaklanjuti! Imbuhnya

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed