oleh

Geprek Bensu Harapan Indah Melanggar Aturan PPKM Berbasis Mikro

Bekasi Kabupaten – Pandemi Covid-19 belum berakhir walaupun telah 1 tahun berlalu, maka dari itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 300/SE-14/POL.PP yang ditujukan untuk para pelaku usaha kepariwisataan,pusat perbelanjaan,pengelolaan pasar rakyat,pengusaha transportasi dan para pedagang kaki lima tentang PPKM Berbasis Mikro. Salah satu ketentuan untuk usaha makanan dan minuman seperti restoran diperbolehkan melayani di tempat (dine-in) dengan ketentuan Protokol Kesehatan dan jumlah pengunjung dibatasi 50%, tidak berkerumun dan menjaga jarak 1-1,5 meter dan rapid test secara berkala untuk karyawannya.

Hal ini tidak diterapkan oleh gerai Geprek Bensu Harapan Indah yang tidak memperhatikan jumlah pengunjung yang makan dan minum di tempat (dine-in).Saya (M.Irsyad Salim) yang langsung mengkonfirmasi ke gerai Geprek Bensu Harapan Indah pada Rabu malam (07/04/2021) diterima oleh Devi (admin). “Iya benar, tadi siang ada pengunjung dengan total 18 orang” ucap Devi sambil memperlihatkan struk nota 2 lembar senilai kurang lebih Rp.500.000,-. “Siang itu bang” lanjut Devi sambil menanyakan ke kasir yang bernama Winda. Dan Defi sempat menelpon atasannya yang bernama Harris, setelah nelpon Harris, Devi bersikukuh sudah sesuai Protokol Kesehatan dan bergegas pamitan dengan alasan hari ini off (libur). Dari pantauan saya di lokasi gerai, jumlah pengunjung yang makan minum ditempat (dine in) harusnya tidak melebihi 10 orang.Jelas ini sebuah pelanggaran PPKM Berbasis Mikro karena jumlah pengunjung yang dine in sudah melebihi 50% dan harus mendapat perhatian khusus dari tim Satgas Covid-19.

M.Irsyad Salim

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed