oleh

Gempa Kembali Melanda Lombok, 82 Orang Meningal

[caption id="attachment_2359" align="alignnone" width="300"] Kami tetap harus berupaya, bersama Basarnas, dan instansi lainnya melakukan evakuasi[/caption]

PURNAMANEWS – NTB. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat, Muhammad Rum, menyatakan kondisi di Lombok saat ini memprihatinkan. Dalam waktu sekitar satu minggu, mereka sudah diguncang dua kali gempa besar.

“Yang pertama pada 29 Juli yang lalu, 6,4 skala richter, menewaskan 20 orang. Sekarang masih tanggap darurat, logistik, tenda-tenda sangat minim,” kata Rum dalam wawancara pada Senin, 6 Agustus 2018.KUNJUNGI SPONSOR=>

Rum menuturkan tim BPBD juga dari Basarnas awalnya difokuskan untuk menangani para korban gempa pertama. Tapi kemudian, terjadi gempa yang lebih besar yakni 7,0 skala richter pada Minggu, 5 Agustus 2018.

“Kami tetap harus berupaya, bersama Basarnas, dan instansi lainnya melakukan evakuasi,” kata dia.

Rum melanjutkan gempa juga merusak sebagian besar rumah penduduk, rumah sakit, puskesmas. Namun, dia mengatakan gempa kali ini cenderung merobohkan rumah-rumah penduduk karena secara struktur, kualitasnya jauh daripada yang direkomendasi.

Dia juga mengungkapkan kesulitan yang dialami oleh pihaknya. Selain situasi saat ini yang gelap gulita, mereka sebenarnya juga termasuk para korban itu sendiri.

“Semua termasuk kami-kami ini orang-orang yang terdampak, bagaimana nasib keluarga kami, sama dengan orang lainnya. Tapi karena kami bertanggung jawab atas penanggulangan bencana kami stand by di kantor,” tuturnya.

Korban jiwa.. Sampai Berita Ini Diturunkan Sudah Mencapai 82 Orang

Jumlah korban meninggal akibat gempa 7,0 Skala Richter di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu, 5 Agustus 2018, terus bertambah. Dari data terbaru, kini lebih dari Delapan puluh orang meninggal dunia.

“Sampai saat ini yang terupdate 82 orang meninggal,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB, Muhammad Rum, dalam wawancara , Senin dini hari 6 Agustus 2018.

Rum menuturkan para korban itu tersebar di banyak wilayah antara lain Lombok Utara, Lombok Barat, Mataram, dan Lombok Timur.

“Sebagian besar karena tertimba tembok runtuh,” kata Rum lagi.

Meski demikian, dia tetap mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Alasannya, peringatan dini terkait potensi terjadinya tsunami sudah dicabut.

“Gempa kerap terjadi, warga agar menjauh dari sesuatu yang mudah runtuh atau tembok-tembok, gedung-gedung lainnya, juga tiang listrik,” kata dia.

(tim/red)

Baca Sumber

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed