oleh

GEMPA-AKSI Lakukan Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Maros Tuntut Proses Hukum

[caption id="attachment_2021" align="alignnone" width="959"] Menurut jenderal lapangan GEMPA AKSI (muh wajidi) ada beberapa kasus dugaan korupsi di kab.Maros:[/caption]

PURNAMANEWS – Maros. Para mahasiswa menyampaikan masalah korupsi kolusi dan nepotisme,pada rabu(25 juli 2018) yang saat ini telah meraja lela di Kab. Maros.

Menurut jenderal lapangan GEMPA AKSI (muh wajidi) ada beberapa kasus dugaan korupsi di kab.Maros:

1 Pasar Tramo panjallingan Bontoa yg menelan anggaran lebih dari Rp. 1,4 milyar,dalam pelaksanaanya terdapat kesengajaan karena spesifikasi bangunan tidak sesuai perencanaan.

2 Jembatan damma tompo bulu yg menelan anggaran Rp 332.000.000.00 yg waktu pelaksanaanya di mulai dari pd tahun 2015 yg di perkirakan akan rampung pd tahun 2017.

3 jembatan Tanadidi yg diperkirakan menelang anggaran 17 milyar yg pengerjaanx pd thun 2015 dan selesai pd 11desember 2017.

4 penyalahgunaan anggaran dana desa bonto somba Rp 190 juta yg di pake untuk perintisan jalan di duga mark up,

5 menara mesjid Al-Markas sebesar kurang lebihRp.1Milyar dan sampai skrang blum ad tersangkax.ke 6 dugaan korupsi lampu jalan dan LED serta paket pekerjaan d dinas pertambangan dan energi pemerintah kab. Maros.

pada tahun 2011 yang menyeret nama bupati maros Hatta Rahman sampai sekarang belum menemui titik terang padahal negara mengalami kerugian sebesar Rp.1.452.990.000,kasus ini sbnarnya sudah di tetapkan tersangkannya berdasarkan LP/06/lV/2012 tggal 10 april 2012 yg kemudian dilimpahkan dari Dit Reskrimsus Polda Sulsel ke Bareskrim Tipideksus Mabes Polri.

Dengan LP/952/VIII/2015Bareskrim tanggal,15 Agustus 2015,namun hingga saat ini tersangkanya masih saja berkeliaran seakan hukum tak mampu menyentuhnya.

(jmp/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed