oleh

Fakta – Fakta di Balik Viralnya Video Jenazah yang Hanya Diantarkan oleh Perangkat Desa di Semen Kediri

Purnamanews.com | Kediri – Kisah pilu tersimpan di balik video ( yang viral di media sosial ) jenazah di Kedak, Semen, Kediri, Jawa Timur, yang sempat diviralkan tak diantar keluarga dan warga ke makam.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Purnamanews.com menyebutkan, jenazah  tersebut semasa hidupnya mengalami keterbelakangan mental. Dan Karena tak ada keluarga dan warga yang bisa, akhirnya perangkat desa setempat langsung turun tangan mengantar jenazah tersebut ke makam hingga mengurus pemakaman. 

Kapolsek Semen AKP Siswandi menegaskan bahwa narasi dalam video tersebut tidaklah benar. ” Narasi dalam video tersebut tidaklah benar,” kata AKP. Siswandi, Kamis (22/9/2022) menegaskan.

AKP Siswandi mengungkapkan, Jenazah tersebut bernama Partono, usia 50 tahun, warga Desa Kedak. Semasa hidupnya Partono mengalami keterbelakangan mental. Di rumahnya, Partono waktu masih hidup tinggal bersama dua saudaranya yang juga mengalami keterbelakangan mental.

” Dan penyebab meninggalnya Partono adalah karena sakit tua, di rumah,” jelas AKP Siswandi.

” Benar, yang ada di video tersebut memang warga Kedak, Semen, Kediri. Namun kasihan, (video) tidak sesuai fakta yang sebenarnya. Semasa hidupnya almarhum tinggal bertiga dalam satu rumah dengan kakaknya bernama Partini dan satu saudara lainya,” kata AKP Siswandi, Kamis (22/9/2022) menjelaskan.

Kapolsek menambahkan, ketiga orang ini merupakan orang dengan keterbelakangan mental, almarhum tersebut juga menerima BLT, DD dan rumah juga merupakan juga bantuan dari pemerintah.

Terkait kronologi dalam video tersebut, Kapolsek mengungkapkan, perangkat Desa Kedak memang benar yang membawa jenazah untuk diantarkan ke kuburan ( pemakaman ). Dan yang melakukan tabur bunga di depan keranda mayat almarhum adalah Kepala Desa Kedak, Sunarti, sendiri.

Menurut keterangan Kepala dusun kedak, Aris, yang sekaligus membawa jenazah, alasannya jenasah hanya dibawa/ diantarkan perangkat desa setempat tanpa diiringi kelurga dan tetangga adalah karena jenazah/ almarhum meninggal pada Selasa pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB.

” Dan pada saat itu kebanyakan tetangga sekitar almarhum banyak yang kerja dan tetangganya memang banyak yang janda dan Partini sendiri dengan keterbelakangan mental tidak mengerti ada kejadian meninggalnya bahwa adeknya Partono sudah MD,” jelas Aris, Rabu 21 September 2022, di rumahnya.

” Sehingga laporan pertama baru disampaikan dari ibu ketua RT setempat yang melapor ke Kepala desa dengan respon sangat cepat perangkat desa berangkat ke rumah ( duka ) almarhum dan mengurus jenazahnya hingga sampai ke pemakaman jam 13.00 WIB siang,” tandasnya.

Saat ini, Kamis ( 222/09, Kapolsek Semen AKP Siswandi dan Muspika mendatangi rumah dan memberikan beras kepada keluarga almarhum.

” Saya, Kapolsek Semen dan Muspika menyampaikan ucapan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Almarhum, dan semoga Husnul Khotimah,” ujar AKP Siswandi.

” Saya dan Muspika Semen juga mendoakan agar amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan,” lanjut Kapolsek.

 

Pewarta : Hernowo A.M

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.