oleh

Dituding Jadi Biang Kerusakan Lingkungan, Keberadaan Tambang Pasir Ilegal di Desa Margourip Kabupaten Kediri Didemo Warga Setempat

Purnamanews.com Kediri – Puluhan pemuda Desa Margourip, Kecamatan Ngancar melakukan aksi unjuk rasa, menuntut penolakan penambangan pasir dan batu (Sirtu) di beberapa titik lokasi penggalian yang ada di Desa Margourip, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Selasa (20/10/2020).

Mereka menuntut berhentinya penambangan Sirtu di empat titik yang berada pada dua dusun, yakni Kaligedok dan Pohgunung.

“Ini adalah bentuk perwakilan dari warga Desa Margourip. Keluh kesah warga yang tidak mendapat irigasi dan air bersih,” ungkap Ferry salah satu peserta aksi, kepada awak media saat kegiatan aksi.

Ia mengatakan, aksi ini bertujuan untuk menggali kesadaran pihak pemerintah desa, bahwa kegiatan penggalian pasir ini sangat merugikan masyarakat. Maka dari itu sebagai generasi muda, anak-anak para petani menyampaikan dalam bentuk orasi tertulis dan damai.

Menurutnya, apabila dilakukan penggalian secara terus menerus, terutama dipinggir sungai yang berfungsi sebagai tanggul desa. Jika dibiarkan lama-kelamaan akan terkikis erosi dan longsor.

Menurut Fery, sebanyak 85 persen warga Desa Margourip bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga berbagai keluhan yang dipendam masyarakat dari kegiatan tersebut yakni berdampak terhadap aliran irigasi dan ekosistem air.

“Ini sangat merugikan para petani. Ibu rumah tangga sumurnya kering, air sungai keruh, dan banyak aliran sungai mati,” jelas Fery.

Kepala Desa Margourip Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri, Suroso mengatakan perijinan dari penggalian Sirtu tersebut ilegal. Namun dalam proses penggalian, tempat lokasi ialah hak milik pribadi. Jadi pemerintah desa memberi kebijakan untuk diselesaikan secara musyawarah masyarakat.

Selanjutnya pemerintah desa akan menindak lanjuti terkait penggalian pasir ilegal ini. “Kami memprioritaskan warga agar kondusif. Keluhan terkait masalah air, seperti penutupan aliran sungai untuk kepentingan pengalian tersebut dan irigasi.” Pungkasnya. ( hernowo)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed