oleh

Diduga Telah Terjadi Pencemaran Nama Baik Yang Dilakukan Pelaksana Dari PT Cahaya Aulia Putra

[caption id="attachment_2353" align="alignnone" width="300"] Karena Ketua Gapoktan, dan Panitia Hut RI telah memeras pelaksana dengan meminta 5 persen dari pagu dana, dengan nilai kontrak 3 miliar lebih[/caption]

PURNAMANEWS – Singkawang. Telah terjadi laporan pencemaran nama baik yakni Ketua Gapoktan Sagatani, dan Panitia Hut RI yg ke 73 di Kelurahan Sagatani Kecamatan Singkawang Selatan, pada Sabtu 04 Agustus 2018, yg di lakukan oleh oknum pelaksana proyek pemerintah Peningkatan Jaringan Irigasi di Kelurahan Sagatani .

Pada hari Jum’at, Tanggal 03 Agustus 2018, pengawas lapangan saudara herwandi dari pelaksana mengantar surat tembusan masuk kerja kepolsek selatan, serta berupaya melaporkan ketua Gapoktan dan Panitia untuk merayakan Hut RI ke73 .KUNJUNGI SPONSOR=>

Karena Ketua Gapoktan, dan Panitia Hut RI telah memeras pelaksana dengan meminta 5 persen dari pagu dana, dengan nilai kontrak 3 miliar lebih, yang dialokasikan melalui DAK(Dana Alokasi Khusus) penugasan yang di laksanakan oleh PT Cahaya Aula Putra .

“Padahal tindak pidana itu tidak terjadi, maka terjadinya pencemaran nama baik tersebut .” Kata Sudumo, Ketua Gapoktan Kelurahan Sagatani saat dikonfirmasi melalui lewat via telpon, pada Minggu (05/08/18) Siang

Baca Juga: Camat Singingi Hilir Seolah Tutup Mata Dengan Kasus Limbah Yang Sudah Menelan Korban Jiwa 

Untuk itu masyarakat dikelurahan sagatani, Gapoktan, dan Panitia Hut RI 73 minta pihak pelaksana untuk meinta maaf ke seluruh lapisan masyarakat di keluran sagatani, serta siap melaksanakan hukum adat pencemaran nama baik (kacapangan mulut, dalam bahasa daerahya) sesuai aturan adat yg berlaku, dan sesuai dengan kesepakatan kemarin di antara dua belah piihak antara pelaksana dan tokoh-tokoh, serta Muspika yang ada di Keluran Sagatani . Ucap Sudomo

(Tim/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed