oleh

Diduga Pengurus Program PTSL Kecamatan Teluk Pakedai Kab Kubu Raya Palsukan Tanda Tangan Ketua Rt

PURNAMANEWS – KALBAR. Kubu Raya-Berbagai cara dilakukan oleh pengurus Program Sertipikat Gratis(PTSL)untuk memuluskan bagai mana cara untuk mendapatkan pundi pundi uang.Salah satunya dengan dugaan memalsukan tanda tangan Ketua RT.

Hal itu diungkapkan Ketua Rt.03/Rw1,Paret Wakmetek Desa pasir Putih Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya,

“Ia mengaku tanda tangannya telah dipalsu oleh pengurus sertipikat Gratis(PTSL)ber inisial MS.dan mereka bukan sebagai bentuk Persetujuan oleh kepala Desa dalam Ke pengurusan sertipikat Gratis(PTSL)di Lingkungan Desa pasir Putih.jelas Kepala Desa pasir Putih Jumiati kepada Media ini.Jum.at(6.7,2018)

“Tanda tangan saya juga diduga dipalsu oleh pengurus program sertipikat Gratis(PTSL).Saya waktu itu,cuma tanda tangan untuk permohonan tiga sertipikat.Tetapi,bukan menandatangani untuk persetujuan Surat Kuasa” kata Ketua Rt.03/Rw.1 di tempat kediaman Kepala Desa,Pasir Putih Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya, Jum.at (6/7/2018)

“Menurutnya selaku pengurus tidak pernah,melakukan sosialisasi di wilayahnya tentang biaya yang akan di pungut untuk biaya administrasi kepengurusan sertipikat Gratis(PTSL).ketua Rt. di Desa pasir Putih,

“Namun sayangnya,dan lebih parah lagi pengurus tersebut berjalan sendiri tampa melibatkan aprat desa kata Kepala Desa yang telah menyiapkan dana Sebesar 20’000’000(Dua puluh Juta Rupiah)untuk biaya administrasi untuk pengurusan biaya Patok dan biaya Lain Lainya yang di perlukan
Sebelum melakukan pungutan kepada warga pemohon Sertipikat Gratis(PTSL)Kata Kepala Desa,tapi MS.masih saja berjalan sendiri terang kepala Desa memungut biaya kepada warga pemohon sertipikat Gratis.(PTSL)’

“Sementara hasil Impestigasi pantauan beberapa awak media di lapangan yang di dampingi anggota Laskar Antikorupsi Indonesia(LAKI)justru tidak menumukan tanda tanda Patok yang terpasang sebagai bukti realisai sesuai aturan yang berlaku dari hasil uang yang telah di kumpulkan MS dari warga pemohon sertipikat Gratis(PTSL)salah satu poin yang sudah di atur selain biaya pembelian matray dan atk maupun biaya trans portasi prankat desa ke BPN.

Sementara MS yang di sebut sebut warga yang mengurus sertipikat Gratis(PTSL)ketika di kompirmasi lewat ponselnya pada hari Kamis.(5.7.2018) membenarkan bahwa dia telah memungut biaya sebesat Rp.250.000,-(Dua ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)di jelaskannya biaya tersebut untuk biaya administrasi dan.Lain lain atas intruksi yang di atas ketika di minta penjelasan di atas yang di maksud itu siapa pertama ia ragu ragu dan gugub untuk mengatakannya namun selang beberapa waktu dia mengatakan atas Intruksi BPN.terangnya.

namun ketika di kompirmasi terkait dugaan pemalsuan tanda tangan ketua Rt.dan Kepala Desa MS membantah tidak pernah memalsukan Tandatangan yang di yang di tudingkan dan dia juga mengancam wartawan melalui WA kamu belum kenal saya nanti.kamu saya tuntut bentuk ancamannya

Untuk itu kami dari rekan rekan media dan anggota Laskar Anti Korupsi Indonesia(Laki) meminta kasus ini dapat di tindak lanjuti oleh aparat penegag hukum.Selain adanya temuan di lokasi bahwa tidak di temukan patok pembatas tanah yang diduga adalah unsur kesengajaan yang di lakukan pengurus sertipikat Gratis(TPSL)dan ada nya ancaman yang di lakukan MS.kepada rekan rekan Awak media.
sehingga berita ini di relis pihak BPN belum dapat di hubungi

(Tim/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed