oleh

DENGAN JKN- KIS RUDIANSYAH TIDAK GALAU KETIKA SAKIT, WALAUPUN JAUH DARI KELUARGA

Purnamanews.com, Aceh Barat, Jamkesnews – Rudiansyah adalah seorang pemuda yang berusia 21 tahun yang berasal dari Kabupaten Aceh Singkil yang harus meninggalkan orang tua dan kampung halamannya untuk menimbah ilmu jauh-jauh ke Universitas Teuku Umar (UTU) Kabupaten Aceh Barat,

 

 selama mengikuti pendidikan dia tinggal di desa Alue Penyareng Kabupaten Aceh Barat.Untuk mengcover jaminan kesehatannya Rudiansyah sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya sepenuhnya dibayarkan oleh Pemerintah dari Anggaran Pendapatan dan Belanjaan Negara (APBN).

Pada tanggal 15 Desember 2019 Rudiansyah terpaksa dilarikan teman-temannya ke Rumah Sakit Harapan Sehat Meulaboh dikarenakan sakit, setelah diperiksan TIM Medis Rumah Sakit Harapan Sehat Rudiansyah menderita penyakit DX FEVER dan harus menjalani rawat inap untuk penyembuhannya.

Saat Petugas BPJS SATU (BPJS Siap Membantu) datang melakukan Visit selasa 17/12 dan menanyakan kendala-kendala saat memperoleh jaminan kesehatan, Rudiansyah menceritakan pengalamannya.

“Sebagai seorang anak yang jauh dari orang tua dikala sakit sangatlah menyedihkan apalagi sampai harus dirawat inap seperti ini, untunglah saya memiliki teman-teman yang sangat baik dan setia menjaga saya mengantikan posisi orang tua saya ujar Rudi”.

Rudi menjelaskan tidak ada kendala sedikitpun saat dia berobat dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Sehat, pelayanan di Rumah Sakit Harapan Sehat sangat baik dan tidak membeda – bedakan.

 

“Saat teman-taman saya kuliah dan tidak ada yang menjaga saya, saat saya butuh bantuan dengan cepat para perawat merespon sehingga saya tidak khawatir ditinggal sendiri apa lagi saat ini sudah ada BPJS SATU (BPJS Siap Membatu) sehingga apabila ada keluhan tentang pelayanan kesehatan bisa langsung diselesaikan ungkap Rudi”.

Rudi juga menambahkan, saya sangat bersyukur karena sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari Segmen PBI yang iurannya sepenuhnya dibayarkan oleh Pemerintah melalui APBN.

 

“Alhamdullilah dikala saya sakit dan jauh dari orang tua saya tidak merasa galau karena biaya pengobatan yang mahal karena saya memiliki kartu sakti sehingga semua biaya dalam memperoleh pelayanan kesehatan  gratis dan saya berharap agar program JKN-KIS ini tetap ada karena sangat membantu mahasiswa seperti kami yang jauh dari keluarga tidak merasa galau dikala sakit, tutup Rudi”.

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed