oleh

Dengan JKN-KIS, Delima Tidak Galau Kalau Sakit

Purnamanews.com, Simeuleu, Jamkesnews Delima Hulu (40) yang tinggal di Desa Lasikin, Kecamatan Simeuleu Timur, Kabupaten Simeuleu merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya 100% dibiayai oleh Pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Saat dijumpai tim Jamkesnews di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Simeuleu, Delima sedang mengurus pergantian kartu bagi dirinya beserta kerluarga dan bersedia untuk berbagi pengalaman merasakan manfaat Program JKN-KIS.

 

“Almarhumah ibu mertua saya mengalami sakit yang diagnosa dokter dikatakan sudah komplikasi berbagai macam penyakit seperti diabetes, kolestrol, darah manis, lambung dan lain-lain, sehingga dari penyakit ini menimbulkan tumor di bagian dekat tulang rusuk. Hal itu terjadi di tahun 2018 lalu, saat terserang penyakit tumor, almarhumah ibu mertua saya dilarikan ke ruangan ICU RSUD Sinabang untuk melakukan operasi. Selama satu setengah tahun almarhumah rutin melakukan check-up pengobatan ke puskesmas dan rumah sakit dengan menggunakan kartu JKN-KIS, yaitu seminggu sekali mengambil obat,”” ungkap Delima.

 

Selain itu ada juga anggota keluarga, yang saat itu sedang mengandung. Itu terjadi pada tahun 2017, sejak usia kandungannya berumur 3 bulan, ia selalu rutin melakukan check-up ke puskesmas untuk mengetahui bagaimana kondisi si bayi dalam kandungan dan pelayanannya juga dengan menggunakan kartu KIS. Namun satu hari sebelum lahiran menurut Delima, anggota keluarganya tersebut tidak sempat dibawa ke rumah sakit karena si bayi sudah dahulu meninggal di dalam perut.

 

Dari pengalaman-pengalaman tersebut Delima merasa betapa pentingnya menjadi peserta JKN-KIS dan dirinya bersyukur sudah memiliki serta menjadi peserta JKN-KIS.

 

“Jika tidak punya kartu JKN-KIS berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya pengobatan ibu mertua dan anggota keluarga saya, mengingat biaya pengobatan itu mahal. Dengan adanya kartu JKN-KIS, saya tidak perlu memikirkan biaya-biaya tersebut dan pelayanan yang diberikan baik di Puskesmas maupun rumah sakit juga sudah baik,” ujar Delima.

 

Delima berharap semoga program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan tetap selalu ada dalam membantu masyarakat miskin dan tidak dihapuskan oleh pemerintah

 

“Kami masyarakat biasa tidak sanggup apabila harus membayar pengobatan di jalur umum serta kualitas pelayanan yang sudah baik agar lebih ditingkatkan lagi,” pungkasnya.

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed