oleh

Danramil 0102 – 01/ Muara Tiga: Pentingnya Musyawarah Dalam Menyelesaikan Permasahan

[caption id="attachment_1914" align="alignnone" width="1040"] Komandan Koramil 01/Muara Tiga Kodim 0102/Pidie Kapten Czi Wakid, Muspika Kecamatan Muara Tiga dan Masyarakat Desa Papeun bertempat di meunasah desa setempat menggelar rapat musyawarah.[/caption]

PURNAMANEWS – Pidie. Guna mengantisipasi terjadinya Konflik sosial antar Masyarakat desa Papeun dengan PT. Muara tiga Bate Abadi yang bergerak dalam bidang Penggilingan Batu, Komandan Koramil 01/Muara Tiga Kodim 0102/Pidie Kapten Czi Wakid, Muspika Kecamatan Muara Tiga dan Masyarakat Desa Papeun bertempat di meunasah desa setempat menggelar rapat musyawarah.Senin malam 23/07/2018

Kegiatan rapat musyawarah tersebut dilaksanakan karena masyarakat desa Papeun merasa hawatir terjadinya pengakuan lahan secara sepihak oleh PT. Muara Tiga Bate Abadi dengan adanya surat rekomendasi yang dikeluarkan Pemerintah Kecamatan Muara Tiga tentang penggunaan lahan seluas 145,6 Ha.

Dalam arahannya Danramil Kapten Czi Wakid menghimbau dan menekankan kepada masyarakat agar setiap ada permasalahan di desa sekecil apapun segera diselesaikan dengan musyawarah, dengan kepala dingin mengedepankan untuk kepentingan dan kemaslahatan bersama, hindari penyelesaian masalah dengan tindakan yang dapat menimbulkan tindakan yang melanggar hukum.

Dengan adanya Penggilingan Batu di Desa Papeun sedikit banyak pasti akan berkontribusi menunjang perekonomian masyarakat, oleh karena itu mari kita sama – sama menjaga keamanan dan ketentraman di desa, serta selalu mengedepankan musyawarah bila terjadi permasalahan.

Hadir dalam rapat musyawarah tersebut Camat Muara Tiga M.Yusuf.S.Sos. Danramil 01/MT Kapten Czi Wakid, Kapolsek Muara Tiga Ipda Maksum.SH. Mukim Kalee M.Yusuf, Keuchik Desa Papeun Tgk Sulaiman, Sekdes Desa Papeun Sulaiman serta Seluruh Perangkat Desa Papeun Tokoh Masyarakat dan Masyarakat Desa Papeun + – 150 Orang.

Adapun hasil musyawarah tersebut Masyarakat meminta agar pejabat Camat yang baru mencabut Surat Rekomendasi tentang penggunaan Lahan 145,6 Hektar yang sebelumnya di keluarkan oleh pejabat camat lama.

Warga masyarakat dilarang melakukan tindakan pengrusakan Bangunan PT. Muara Tiga Bate Abadi di Stone Crusher, jika ketahunan melakukan pengrusakan akan ditangkap dan diproses secara Hukum.

Masyarakat memberi izin kepada pihak PT. Muara Tiga Bate Abadi pengambilan batu di lokasi lahan yang sebelumnya di rekomendasikan pemerintah kecamatan.

Masyarakat sepakat untuk kembali menimbun Jalan di simpang masuk Penggilingan Batu yang sebelumnya di gali oleh masyarakat sebagai sikap protes.

(nzr/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed