oleh

Cegah Karhutla, Wakapolda Kalbar Memodifikasi Kendaraan Operasional

[caption id="attachment_2190" align="alignnone" width="720"] Brigadir Jenderal Polisi Dra Sri Handayani MH,
mengatakan, berdasarkan data diterimanya, sebagian
besar lahan di wilayah Kalbar berlahan gambut seluas 1.680.000 hektar.[/caption]

PURNAMANEWS – Pontianak. Provinsi Kalimantan Barat terdiri dari 14 kabupaten/kota dengan luas 147.307 km2. Baru-baru ini, kebakaran lahan, gambut, dan hutan
melanda di sejumlah daerah di Kalimantan Barat.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat,
Brigadir Jenderal Polisi Dra Sri Handayani MH,
mengatakan, berdasarkan data diterimanya, sebagian
besar lahan di wilayah Kalbar berlahan gambut seluas 1.680.000 hektar.

“182 desa dari 2.130 Desa di Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan,berpotensi tinggi bencana asap,” kata Brigadir Jenderal Polisi Dra Sri Handayani, pada saat Diskusi terfokus atau Focus Group Discussion (FGD)
terkait pencegahan Karhutla bersama dengan Forkopimda dan instansi terkait di Kota Pontianak, Senin, 30 Juli 2018.

Baca Juga: Polresta Pontianak Press Release 4 Pelaku Pidana Pencurian 

Berbagai cara dan upaya dilakukan. Ini dilakukarn
demi kesejahteraan semua umat di Kalimantan Barat.
Caranya adalah, memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara
dibakar. Sebab, jika lahan dibakar akan menimbulkan efek berbagai permasalahan. Mulai kabut asap,
kesehatan, dan lain sebagainya .

“ltu untuk mengurangi potensi terjadinya Karhutla. Polda Kalbar telah melaksanakan
langkah antisipasi,” kata wanita Jenderal bintang satu itu.

Mantan Kepala Sekolah Pembentukan Perwira Lembaga Pendidikan dan
Latihan Polri atau Setukpa Lemdiklat
Polri, itu menuturkan berbagai cara dilakukan guna mengantisipasi
Karhutla. “Memasang maklumat Kapolda Kalbar dan melakukan
penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan,” kata
Brigadir Jenderal Polisi Dra Sri Handayani MH

Memodifikasi kendaraan operasional untuk pencegahan Karhutla juga dilakukan. Lagi-lagi, ini dilakukan guna
memberi rasa aman dan nyaman bagi semua umat. Tak hanya itu,
melaksanakan operasi bina Karang Taruna dengan mengikutsertakan
masyarakat.

“Sinergitas Polri dan TNI di Kalimantan Barat dengan melaksanakan
sosialisasi pencegahan dan dampak Karhutla. Patroli dan memadamkan
titik api secara bersama-sama sebagai
wujud soliditas. Semoga berjalan lancar
dan bisa mengantisipasi Karhutla di wilayah Kalbar,” tutur Brigadir Jenderal Polisi Dra Sri Handayani MH .

Maklumat Kapolda Kalimantan Barat:
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan
Barat Inspektur Jenderal Drs Didi Haryono SH MH mengeluarkan maklumat tentang kewajiban, larangan, dan sanksi bagi pembakaran hutan dan
lahan (karhutla) di daerah ini Maklumat ini dikeluarkan pada 21
Februari 2018 dengan nomor Mak/02/
11/2018 itu memuat empat poin utama,
yaitu sebagai berikut:
1. Setiap warga negara Indonesia berkewajiban untuk menjaga flora-fauna dan memelihara ekosistem alam
2. Saat ini wilayah Kalbar sudah masuk
musim kemarau yang sangat rawan
terjadinya kebakaran/pembakaran
3. Diberitahukan kepada seluruh
warga masyarakat Kalbar untuk tidak
melakukan pembakaran hutan, lahan,
dan kebun, karena berakibat:
a. Dapat merusak syaraf otak
b. Menghambat kecerdasan dan
pertumbuhan anak-anak
c. Mengganggu aktivitas anak belajar odi
sekolah
d. Menimbulkan penyakit Inteksi Saluran Pernapasan Akut
d. Menghambat transportasi penerbangan, lalu lintas di darat dan lalu
lintas di laut
e. Menghambat pertumbuhan ekonomi
4. Pembakaran
lahan diancam hukuman penjara 10 tahun dan denda
sebagaimana diatur dalam
a. Undang-Undang Nomor 41 Tahun
1999 tentang Kehutanan
b. Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup
c. Undang-Undang Nomor 39 Tahun
2014 tentang Perkebunan “Bagi setiap
warga masyarakat yang mengetahui,
melihat, dan menjadi korban karhutla
agar segera melaporkan kepada aparat
kepolisian, TNI, dan instansi terkait
lainnya, tutur Kepala Kepolisian Daerah
Kalimantan Barat Inspektur Jenderal
Drs Didi Haryono SH MH dikutip di akhir
maklumat Karhutla itu .

(jn/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed