oleh

Cegah Erosi, DPU Pijay-BBSS 1 Aceh Normalisasi Sedimen DAS Meureudu

[caption id="attachment_8127" align="alignnone" width="1032"] Poto: Amrizal Arnida / Rakyat Aceh[/caption]

PIDIE JAYA – Untuk mencegah terjadi erosi sungai di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, yang kian parah sejak beberapa tahun terkahir ini. Pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) memalui bidang Pengairan kabupaten setempat bekerjasama dengan Balai Wilayah  Sungai Sumatera 1 Aceh (BBSS 1 Aceh) melakukan normalisasi sedimen DAS, persisnya di Gampong Meunasah Lhok, Meureudu, Minggu (16/6/2019).

Kepala Bidang Pengairan PU Pidie Jaya, Orizal menyebutkan, untuk sementara waktu hanya kegiatan normalisasi sedimen saja, sementara untuk kegiatan pembangunan tanggulnya saat ini masih dalam usulan pihaknya ke pemerintah pusat melalui BBSS 1 Aceh.

Lebih lanjut Orizal menyebutkan, Kegiatan normalisasi  sedimen dimaksud direncanakan akan berlangsung selama sekitar 3 hari kerja, Anggaran untuk operasional Alat Berat dan BBM ditanggung dari BWSS 1 Aceh, sedangkan Alat Berat Exavator bantuan yang diberikan Pemkab Pidie Jaya guna lancar nya kegiatan kerjasama tersebut.

“Kegiatan itu untuk normalisasi sedimen saja dulu, Sementara untuk tanggul permanen sedang dalam usulan Balai Wilayah  Sungai Sumatera 1 Aceh ke Pusat,” ungkap Oriza.

Sebelumnya pada tahun lalu diberitakan sejumlah warga Gampong Meunasah Lhok, Meureudu Pidie Jaya menggali dan memindahkan sejumlah jasad almarhum dan almarhummah keluarganya ke pemakaman umum terletak di komplek meunasah Gampong setempat.

Hal tersebut dilakukan warga, karena khawatir erosi yang kian hari kian mengancam pemakaman dan sejumlah bangunan rumah dan kebun milik warga yang terletak sepanjang pinggiran sungai tersebut. (red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed