oleh

Boker lokasi Judi Dan Prostitusi Di Jaktim Di lindungi Oleh Oknum

Purnamanews.com Jakarta —Penyebaran virus covid 19 yang sudah berlangsung delapan bulan di Indonesia khususnya di wilayah DKI tidak mungkin berakhir. Pasalnya, sejumlah wilayah yang berada di Jakarta Timur tepatnya di lokasi perjudian dan prostitusi terbuka yang berada di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, setiap harinya selalu ramai orang berkumpul tanpa menggunakan alat pelindung diri berupa masker serta berkomunikasi dalam jarak dekat dan bersentuhan tubuh.

Pantauan di lokasi tersebut, setiap malamnya digelar judi dadu, dan bola setan serta tempat prostitusi untuk melampiaskan nafsu sex. Boker tampaknya menjadi tempat yang nyaman bagi pengelola judi dan penikmat sex. Maklum tempat yang berada di belakang GOR Ciracas ini sepertinya mendapat perlindungan khusus dari pemerintah dari aparat penegak hukum setempat.

Menurut salah seorang warga setempat, sudah bukan rahasia umum pak, kalau tempat ini susah di bersihkan. Maklum saja ada oknum berbaju hijau yang bertugas di mabes yang menjadi bandar di judi tersebut. Ujarnya Senin malam (24/08).

Selain itu, ada juga mantan ketua RW disini yang juga menjadi bandar salah satu tempat judi. Sedangkan RW yang sekarang diduga memiliki beberapa hunian kos-kosan sebagai tempat melampiaskan nafsu yang jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi perjudian, Ujarnya.

Yang lebih miris, ada sebuah mesjid dilokasi tersebut yang halamannya digunakan sebagai arena perjudian. Beberapa warga sebenarnya merasa tidak senang dan bahkan terganggu serta miris melihat lokasi judi di halaman mesjid. Namun dikarenakan yang kelola adalah orang cukup berpengaruh disitu sehingga warga takut untuk melapor.

Kami sebenarnya berharap lokasi perjudian dan prostitusi di tempat ini dapat di bersihkan, jika saja Gubernur dan Kapolda turun tangan langsung. Kalau mengharapkan aparat Polsek sampai Polres kami tidak yakin. Apalagi aparat kelurahan dan kecamatan Ciracas, mereka semua setali tiga uang. Jadi percuma saja kalaupun dilapor ke mereka.

Buktinya beberapa kali kejadian keributan disini tapi ditutupnya hanya sebentar. Setelah itu mereka buka kembali. Maklum kan mereka juga ada setoran. Jadi susah bubarinnya. Ujar warga tersebut.

Bagas Ariebowo

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed