oleh

BNK Aceh Timur : Sosialisasikan Narkoba Musuh Kita Bersama

Purnamanews.com – Aceh Timur. Telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dalam Kab. Atim tahun 2019, dengan tema : “Jadikan Narkoba Musuh Kita Bersama, Demi Keberlangsungan Hidup Generasi Tanpa Narkoba”.

Yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Aceh Timur dan dibuka oleh Wakil Bupati Kab. Atim selaku Ketua Badan Narkotika (BNK) diwakili oleh Kepala Kesbangpol Kab. Atim selaku Sekretaris Badan Narkotika (BNK) a.n. Adlinsyah, S. Sos. M. AP

Bertempat di Aula Gedung Serbaguna Pendopo Bupati Kab. Atim Jln. Petuah Husaen, Gampong Jawa, Kec. Idi Rayeuk, Kab. Atim. Yang dihadiri -/+ 230 orang, diantaranya sebagai berikut :

1. Wakil Bupati Kab. Atim selaku Ketua Badan Narkotika (BNK) diwakili oleh Kepala Kesbangpol Kab. Atim selaku Sekretaris Badan Narkotika (BNK) a.n. Adlinsyah, S. Sos. M. AP.
2. Kanit Idik I Narkoba Polres Kab. Atim a.n. Aipda Dedek Chandra.
3. Kasubsi Pra Penuntutan Kejari Kab. Atim a.n. Fajar Adi Putra, SH.
4. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Atim a.n. Syahminan, Skm, M. Kes.
5. KTU Kemenag Kab. Atim Aqli Zikurullah, S. Ag.
6. Anggota dan Staf Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Aceh Timur.
7. Masyarakat Kab. Atim dan Perwakilan Tokoh Masyarakat (Tomas) ditiap – tiap Kecamatan dalam Wilayah Kab. Atim.

B. Laporan dan Arahan dari Wakil Bupati Kab. Atim selalu Ketua Badan Narkotika (BNK) diwakili oleh Kepala Kesbangpol Kab. Atim selaku Sekretaris Badan Narkotika (BNK) a.n. Adlinsyah, S. Sos. M. AP intinya sebagai berikut :
1. Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba telah menjadi Ancaman yang nyata bagi Bangsa Indonesia pada umumnya serta di Wilayah Aceh khususnya dalam Wilayah Kab. Atim.
2. Perederan Narkoba telah memasuki semua Level serta berbagai Lapisan Masyarakat yang mana mengakibatkan kerugian Moril serta Materil yang sangat besar.
3. Fenomena Narkoba merupakan Fenomena yang Multidimensi, berkaitan keseluruh aspek kehidupan mulai dari dari Kesehatan, Hukum, Sosial dan Ekonomi.
4. Para pengedar Narkoba terus bergerak dam menemukan cara – cara baru untuk mengelabui Aparat Hukum kita, mereka sudah mulai manfaatkan orang – orang yang tidak dicurigai seperti anak – anak dan wanita untuk menjadi Kurir Penyelundupan Narkoba.
5. Semua ini tentu dibutuhkan kewaspadaan kita bersama, karena perang terhadap Narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab Aparat Hukum dan Keamanan saja, tapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama seluruh Komponen Masyarakat.
6. Sebelumnya dalam beberapa tahun ini, dapat kami sampaikan bahwa Badan Narkotika Kab. Atim secara rutin sudah sering melaksanakan acara Sosialisasi, sebagaimana yang kita laksanakan pada hari ini kepada berbagai Elemen Masyarakat seperti para Khatib, Para Tokoh Pemuda, Aparatur Gampong dalam Kab. Atim serta bagi Tokoh Masyarakat dibeberapa titik Kecamatan juga sudah pernah dilaksanakandi sekolah – sekolah tingkat SMU/Sederajat dibeberapa Sekolah dalam Kab. Atim.
7. Hal ini dilakukan sebagai pelaksanaan Instruksi Presiden RI No. 12 tahun 2011 tentang pelaksanaan kebijakan dan strategi Nasional dibidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan perederan gelap Narkoba tahun 2011 – 2015 serta Instruksi Presiden No. 6 tahun 2018 rencana aksi Nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika tahun 2018 – 2019.
8. Berharap para Tomas peserta Sosialisasi ini dapat mengarahkan para Pemuda khususnya di Lingkungan masing – masing untuk menyalurkan energinya melalui hal – hal yang Positif seperti contohnya kegiatan Olahraga.

C. Adapun penyampaian Materi yang disampaikan oleh beberapa Narasumber atau Pemateri, diantaranya sebagai berikut :
1. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Atim a.n. Syahminan, Skm, M. Kes penyampaian Materi tentang Bahaya Narkotika ditinjau menuju Ilmu Kesehatan intinya sebagai berikut :
a. Penyalahgunaan obat – obatan Narkotika, Psikotropika dan obat – obatan terlarang lainnya, dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan seperti :
1). Risiko Gangguan Kesehatan.
2). Mengganggu kondisi otak dan tubuh secara umum.
3). Perubahan sel saraf dalam otak.
4). Dehidrasi.
5). Bingung dan hilang ingatan.
6). Halusinasi.
7). Kejang hingga kematian.
8). Gangguan Kualitas Hidup

2. KTU Kemenag Kab. Atim a.n. Aqli Zikurullah, S. Ag penyampaian Materi tentang Bahaya Narkotika ditinjau menurut Agama Islam intinya sebagai berikut :
a. Dalam istilah para ulama, Narkoba ini termasuk dalam pembahasan Mufattirot (Pembuat Lemah) atau Mukhoddirot (Pembuat Mati Rasa), pengaruh Narkoba secara umum ada tiga :
1). Depresan :
– Menekan atau memperlambat fungsi sistem saraf pusat sehingga dapat mengurangi aktivitas fungsional tubuh.
– Dapat membuat pemakai merasa tenang, memberikan rasa melambung tinggi, member rasa bahagia dan bahkanmembuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri.
2). Stimulan :
– Merangsang sistem saraf pusat danmeningkatkan kegairahan (segar dan bersemangat) dan kesadaran.
– Obat ini dapat bekerja mengurangi rasa kantuk karena lelah, mengurangi nafsu makan, mempercepat detak jantung, tekanan darah dan pernafasan.
3). Halusinogen :
– Dapat mengubah rangsangan indera yang jelas serta merubah perasaan dan pikiran sehingga menimbulkan kesan palsu atau halusinasi.

3. Penyampaian Materi dari Kanit Idik I Narkoba Polres Kab. Atim a.n. Aipda Dedek Chandra dan Kasubsi Pra Penuntutan Kejari Kab. Atim a.n. Fajar Adi Putra, SH tentang Ancaman penyalahgunaan Narkotika sesuai dengan Undang – Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika sebagai berikut :
a. Bahwa untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kualitas sumber daya manusia Indonesia sebagai salah satu modal pembangunan nasional perlu dipelihara dan ditingkatkan
secara terus – menerus, termasuk derajat kesehatannya.
b. Bahwa untuk meningkatkan derajat kesehatan sumber daya manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan
kesejahteraan rakyat perlu dilakukan upaya peningkatan di bidang pengobatan dan pelayanan kesehatan, antara lain dengan mengusahakan ketersediaan Narkotika jenis tertentu
yang sangat dibutuhkan sebagai obat serta melakukan pencegahan dan pemberantasanbahaya penyalahgunaan
dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.
c. Bahwa Narkotika disatu sisi merupakan obat atau bahan yang bermanfaat di bidang pengobatan atau pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan disisi lain dapat pula menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan apabila disalahgunakan atau digunakan
tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan seksama.

d. Dalam Undang – Undang ini yang dimaksud dengan :
1). Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau
bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang
dibedakan ke dalam golongangolongan sebagaimana terlampir dalam Undang – Undang tersebut.
2). Prekursor Narkotika adalah zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan
Narkotika yang dibedakan dalam tabel sebagaimana terlampir.
3). Produksi adalah kegiatan atau proses menyiapkan, mengolah, membuat, dan menghasilkan Narkotika secara langsung atau tidak langsung melalui ekstraksi atau Non – Ekstraksi dari sumber alami atau sintetis kimia atau
gabungannya, termasuk mengemas dan atau mengubah bentuk Narkotika.
4). Impor adalah kegiatan memasukkan Narkotika dan Prekursor Narkotika ke dalam Daerah Pabean.
5). Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan Narkotika dan
Prekursor Narkotika dari Daerah Pabean.
6). Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika adalah setiap
kegiatan atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara tanpa hak atau melawan hukum yang ditetapkan sebagai tindak pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika dan Lain – Lain.

Kegiatan tersebut selesai dengan aman dan tertib.

D. Catatan :
1. Kegiatan Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Aceh Timur tersebut bertujuan untuk menghindari atau mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkotika/Narkoba diberbagai lapisan elemen Masyarakat khususnya di Wilayah Kab. Atim.
2. Melalui kegiatan Sosialisasi tersebut diharapkan nantinya di Lingkungan atau di masing – masing Gampong/Desa untuk dapat melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba serta dapat bersinergi dengan Aparat Hukum/Keamanan sekitarnya dalam upaya pemberantasan Narkoba.
3. Diharapkan dapat menumbuhkan motivasi bagi para Tokoh Masyarakat (Tomas) untuk menghindari serta tidak terpengaruh dengan maraknya pemakaian Narkoba atau penyalahgunaan Narkoba di Kab. Atim.

Hendrik/Red

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed