oleh

BLT Tuai Polemik, Kebijakan Bantuan 600.000 Tidak Akan Mengcover Seluruh Masyarakat Terkena Dampak Covid-19

Purnamanews.com | Tasikmalaya – Persentase besaran alokasi Dana Desa (DD) dan nominal Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari persentasi DD tersebut untuk menanggulangi warga yang terdampak virus Corona atau Covid-19 sudah ditentukan oleh Pemerintah Pusat.

Kepala Desa Rajamandala Enjang Jalaludin, SH mengatakan, keadaan Negara Indonesia yang terkena dampak Covid-19 ini, sesuai peraturan perundang-undangan melalui Permendes dan Permendagri tentang perubahan alokasi Dana Desa.

“Hal ini bagi Kepala Desa tentu menjadi sebuah polemik terutama yang menyangkut BLT atau Bantuan Langsung Tunai Desa (BLTD),” ucap Enjang saat ditemui di Kantor Desa Rajamandala, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (20/04/2020) siang.

Menurutnya, hal yang menjadi polimek adalah, ketika dari pengalokasian Dana Desa maksimal bagi Desa yang memiliki anggaran Dana Desa dari Rp. 800 Jt s/d Rp. 1,2 Miliyar harus bisa mengalokasikan maksimal sebesar sampai 30 persen. Namun tentunya karena hasil dari pendataan yang terdampak dari Covid-19 ini hampir merata, hampir seluruh masyarakat terkena dampak atau imbas, baik dibidang ekonomi, sosial dan sebagainya.

“Nah dari alokasi sebesar 30 persen tersebut dikarekan disini diharuskan angka atau bantuan tersebut sekitar Rp. 600.000 dan katanya, angka tersebut tidak bisa dirubah harus Rp. 600.000/KK/bln. Hal ini yang menjadi ke khawatiran dari para Kepala Desa, tentunya dengan angka segitu Rp 600.000 itu tentu tidak akan dapat mengcover seluruh masyarakat yang terkena dampak dilingkungan Desa,” ujarnya.

lanjut Enjang, jadi saran saya kepada Pemerintah Pusat, tolong dikaji kembali situasi atau kondisi dibawah dilingkungan kami, dilingkungan Desa.

“Karena kebijakan mengeluarkan bantuan senilai Rp. 600.000 tersebut tidak akan mengcover seluruh warga atau seluruh masyarakat yang terkena dampak Covid-19,” tegasnya. (bi*)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed