oleh

Bersama Ketua DPW LBH Peduli Hukum Dan HAM, Pemilik Lahan Melakukan Penutupan Jalan

Purnamanews.com – Sulawesi Tenggara. Minggu 17/11/2019, Ketua LBH-Peduli Hukum dan Hak Asasi Manusia, bersama Pemilik Lahan, atas Nama Muh. Natsir melakukan penutupan Jalan menuju Stock File milik PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT. VDNI). Pemilik lahan mencabut Kuasanya terhadap Kuasa Hukumnya yang pertama yaitu : Firman Al Jefin dan menunjuk kuasa hukum M.Aslam Fadli ,SH.I. selaku Ketua DPW LBH Peduli Hukum dan HAM, Sulawesi Tenggara, sebagai Penasehat Hukumnya yang baru, untuk membantu mencari penyelesaian atas adanya permasalahannya bersama pihak Perusahaan.

PT VDNI di duga melakukan kegiatan diatas lahan tersebut sebelum menyelesaikan kewajibannya terhadap pemilik. Hal seperti ini bukan hal baru bagi perusahaan Asing ini, tapi sangat di sayangkan, karena semua pihak seolah menutup mata atas peristiwa semacam ini. Tanaman berupa Pohon Jati ukuran besar dan sedang sebanyak 50 Pohon, beserta Jambu Mente/Jambu Monyet sebanyak 3 pohon, yang telah digusur secara sewenang-wenang.

Adapun Lahan tersebut berada di Desa Lalimbue Jaya Kec Kapoiala Kabupaten Konawe.

Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke kepolisian Sektor Bondoala, namun sampai hari ini juga belum ada penyelesaian.

Sementara berdasarkan SP2HP, bahwa benar lokasi tersebut belum di bayar, tetapi hingga hari ini tidak ada realisasi dari Kepolisian mengenai laporan tersebut. Terakhir pemilik Lahan menerima SP2HP pada Bulan Agustus, tetapi kelanjutan mengenai laporan tersebut semakin tidak jelas. Ketika di Konfirmasi oleh Kuasa Hukum Pemilik lahan, mengatakan, “Pemilik sudah bertemu dengan pihak perusahaan. Sementara kedatangan pemilik ke Kantor perusahaan karena janjian dengan Penyidik yang menangani kasus tersebut,”ucapnya.

Selànjutnya,”Saya sangat menyayangkan, apabila penegakan Hukum kian tidak jelas bagi Masyarakat pencari keadilan. Ujar Penasehat Hukum M, Natsir, sewaktu wawancara bersama Awak media.

Akhirnya hari ini Minggu 17/11/2019 bersama Kuasa Hukumnya, pemilik menutup jalan PT VDNI. Ketika salah seorang Humas menghubungi bagian pembebasan lahan, Ia berdalih bahwa tanahnya sudah tidak ada, karena sudah terkikis oleh ombak. Sementara pohon mangga yang ada ditepi pantai masih berdiri tegak. Alasan yang tidak masuk akal di kemukakan oleh Oknum Tiem Pembebasan lahan tersebut, sehingga Kami menduga bahwa Pihak perusahaan melakukan Penyerobotan lahan dengan membuat alasan yang tidak benar.

Oleh karena itu itu,”Saya atas nama Kuasa Pemilik lahan, menyatakan untuk tetap menutup jalan tersebut, hingga hak Klient Saya di berikan oleh perusahaan,”pungkasnya.

(Imah/Red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed