oleh

BEM Jatim Ajak Masayarakat Sukseskan Pilkada Serentak Jawa Timur

[caption id="attachment_933" align="alignnone" width="1280"] Sorkarwo[/caption]

PURNAMANEWS – Surabaya. Pada tanggal 27 juni mendatang Jawa Timur akan menyelenggarakan Pilkada serentak untuk memilih gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur serta wali kota/bupati di beberapa daerah. Dalam momentum tersebut Badan Eksekutif Mahasiswa Jawa Timur (BEM Jatim) mengharapkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

Hal tersebut mengingat bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki Undang-Undang Otonomi daerah yang mengatur mengenai pemerintahan daerah. Artinya gubernur, walikota, atau bupati sebagai kepala daerah memiliki wewenang dalam menetapkan kebijakan yang mengatur kehidupan bermasyarakat. Sehingga penggunaan hak pilih dalam pilkada sangatlah penting dalam mengawal pemerintahan daerah selama lima tahun kedepan.

“Pilkada adalah salah satu Momentum keikutsertaan masyarakat menata pemerintahan dalam 5 tahun kedepan, menggunakan hak pilih adalah tirakad bersama untuk menjadikan suatu daerah menjadi lebih baik”, tegas Ahmad Noor Fuadi selaku koordinator BEM Jatim sekaligus demisioner Presiden Mahasiswa Unesa periode 2017-2018.

Menurut beliau menghargai upaya yang telah dilakukan oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur merupakan tindakan yang bijak dalam mengawal maju dan berkembangnya Jawa Timur untuk periode mendatang.

Selain Itu Beliau juga menegaskan bahwa masyarakat harus tetap menjunjung tinggi azaz LUBERJURDIL demi terselenggaranya pilkada yang bersih.

“Masyarakat harus tetap menjunjung tinggi azaz LUBERJURDIL. Soal Politik Uang dan segala sesuatu yang merupakan bagian dari pelanggaran Pilkada Mari kita tinggalkan budaya buruk tersebut untuk melahirkan pemimpin yang bersih dan berintegritas serta bertanggung jawab terhadap rakyat” tegasnya.

Sejalan dengan yang disampaikan oleh Ahmad Noor Fuadi, Wahyudi selaku Sekretaris BEM Jatim sekaligus Presiden Mahasiswa Universitas Dr. Soetomo Sby menyampaikan bahwa selain partisipasi dan anti black campaign, rasa saling menghormati antar pendukung paslon juga merupakan hal yang harus senantiasa dijaga.

“Saya berharap masyarakat jatim dan  generasi milenial khusunya para pemilih pemula bisa berpartisipasi dalam pemilu serentak kali ini dengan rasa saling menghormati antar pendukung paslon satu sama lain sehingga tercipta pilkada yg damai dan hindari black campaign ataupun money politik”.

(jmp/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed