oleh

Bela PKL, LSM GMBI Bentrok Dengan Preman Di Depan SGC Cikarang

PURNAMANEWS.COM, BEKASI – Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) terlibat bentrok dengan sejumlah preman di sekitaran Sentra Grosir Cikarang (SGC) di Jalan RE. Martadinata, Cikarang Utara, Senin (26/08/19) Malam.

Dari keterangan dilokasi yang didapat, Sekretaris Distrik GMBI Kabupaten Bekasi, Syamsudin, membenarkan kejadian tersebut. ia menceritakan, sebelum terjadinya bentrok, awal mulanya sejumlah pedagang yang biasa berjualan di pinggir jalan sekitar SGC, digusur oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi dan terpaksa para pedagang tidak bisa berjualan lagi.

“Saat itu memang ada sejumlah preman yang membackup para pedagang, namun para preman itu tidak bisa memperjuangkan para pedagang ini untuk terus berjualan. Oleh sebab itu, maka para pedagang meminta bantuan hukum kepada GMBI Kabupaten Bekasi,” kata Syamsudin.

Saat itu, kata dia, GMBI Kabupaten Bekasi berupaya mengadvokasi agar para pedagang dapat berjualan. Dan upaya tersebut membuahkan hasil dan para pedagang akhirnya dapat kembali berjualan.”

Dari data yang kita punya terdapat 150 pedagang yang meminta bantuan hukum dari kita. Akhirnya kita bisa berhasil membuat para pedagang bisa kembali berjualan,” ungkapnya.

Namun, setelah empat hari berjualan. Kata Sekretaris GMBI, sekitar puluhan preman yang tidak jelas lembaganya, mengintervensi para pedagang dan melarang untuk berjualan di pinggir jalan sekitar jalan RE Martadinata.

“Saat itu kejadian sekitar pukul 01:00 Wib, kami dapat laporan dari pedagang ada yang mengganggu dagangan mereka. Akhirnya kami sebagai orang yang mengadvokasi mencoba membela para pedagang. Akibatnya, bentrokan pun tak terelakkan,” paparnya.

Dengan kejadian ini, ia sangat mengapresiasi pihak keamanan, atas kesigapannya tidak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut.

(Cemat/Red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed