oleh

Aliansi Indonesia Bangun Komunikasi Dengan BNN Prov. SUM-SEL

PURNAMANEWS.COM,PALEMBANG – Bapak Syamsudin Djoesman Ketua Aliansi Indonesia Provinsi Sumatera Selatan didampingi Ustadz Kanda Budi Aliansi dan Tim Media melakukan kunjungan silaturrahmi di Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan. Palembang,(8/8/19).

Kendatangan Tim Aliansi Indonesia disambut langsung oleh Bapak AKBP. Agung Sugiyono,S.H.,M.H Bidang Penindakan dan Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan yang didampingi Bapak Kompol Dwi Handoko,S.H Bidang Intelijen BNN Provinsi Sumatera Selatan.

Bapak Agung mengatakan salam kenal diucapkan kepada Ustadz M. Kanda Budi Aliansi dan Bapak Syamsudin yang jauh datang dari OKU Timur untuk kunjungan silaturahmi di Kantor BNN Provinsi Sumatera Selatan, tentunya kami sangat merasa senang dengan kunjungan silaturahmi ini, dengan silaturahmi akan membangun komunikasi yang baik kedepannya, yang pasti kami butuh jaringan yang solid dibawah untuk mambantu tugas dari pada BNN khususnya.

Kemudian AKBP. Agung Sugiyono,S.H.,M.H menjelaskan kepada Kanda Budi Aliansi dan Tim, bahwa Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongangolongan sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang.Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika).

Pada perkembangan saat ini, Narkotika tidak hanya digunakan dalam bidang farmasi saja, tetapi sudah terjadi penyalahgunaan narkotika. Hal ini sering kali ditemukan pada kalangan remaja hingga masyarakat usia dewasa.Remaja adalah masa di mana seorang individu mengalami peralihan dari masa anak-anak menuju ke dewasa. Masa remaja disebut masa yang paling rawan dihadapi individu sebagai anak.

Dari yang tadinya anak-anak mereka mengalami perkembangan secara fisik maupun psikis dengan beberapa perubahan. Orang tua yang memiliki anak tentu akan menghadapi hal ini di kala membesarkan anak mereka, anak yang beranjak remaja akan mengalami perubahan sesuai dengan pertumbuhan moral seorang anak.

Jika kontrol dari orang tua dan orang terdekat anak kurang, maka seringkali terjadi penyimpangan pada anak tersebut. Penyimpangan ini cenderung kearah negatif yang sering disebut dengan kenakalan remaja.Ada banyak jenis kenakalan remaja, seperti perkelahian dan minum-minuman keras, pencurian, perampokan, perusakan/pembakaran, seks bebas bahkan narkoba. Salah satu bentuk kenakalan remaja yang saat ini dapat dikategorikan mengkhawatirkan adalah penyalahgunaan narkoba.

Peredaran dan penyalahgunaan Narkoba merupakan salah satu permasalahan nasional yang dipandang serius oleh pemerintah, karena dapat menyebabkan rusaknya moral bangsa. Karena itu pemerintah sangat memberikan perhatian terhadap penanganan atas penyalahgunaan Narkoba.

Di negara kita, masalah merebaknya penyalahgunaan narkoba semakin lama semakin meningkat.Efek domino akibat dari penyalahgunaan narkoba juga semakin beragam, serta usaha untuk mengatasi penyalahgunaan Narkoba merupakan langkah yang tidak mudah untuk dilaksanakan.

Penyalahgunaan adalah orang yang menggunakan Narkotika tanpa hak atau melawan hukum. Ketika seseorang melakukan penyalagunaan Narkotika secara terus-menerus, maka orang tersebut akan berada pada keadaan ketergantungan pada Narkotika, baik secara fisik maupun psikis.

Ketergantungan Narkotika adalah kondisi yang ditandai oleh dorongan untuk menggunakan Narkotika secara terus-menerus dengan takaran yang meningkat agar menghasilkan efek yang sama dan apabila penggunaannya dikurangi dan/atau dihentikan secara tiba-tiba, menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas.

Untuk penanggulangan penyalahgunaan narkoba diperlukan upaya yang terpadu dan komprenhensif yang meliputi upaya preventif, represif, terapi dan rehabilitasi Penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba disebabkan oleh beberapa faktor yang saling mempengaruhi satu sama lain, yaitu: 1) Faktor letak geografi Indonesia; 2) Faktor ekonomi; 3) Faktor kemudahan memperoleh obat; 4) Faktor keluarga dan masyarakat; 5) Faktor kepribadian; 6) Faktor fisik dari individu yang menyalahgunakannya.

Sementara itu Bapak Syamsudin dan Kanda Budi Aliansi sangat sepakat apa yang disampaikan oleh Bapak Agung, intinya Aliansi Indonesia siap membangun komunikasi dan bersinergi dengan BNN Provinsi Sumatera ni Selatan” Bersama Kita perang Narkoba ” Stop Dan Cegah NARKOBA” untuk menyelamatkan generasi penerus Bangsa”

(TR)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed