oleh

Aktifis (GPLAK) Aceh Tenggara Dilaporkan Ke Polres Oleh sekda Aceh tenggara

[caption id="attachment_2315" align="alignnone" width="300"] Amri Sinulingga, Dilaporkan oleh saudara Mhd.Ridwan yang saat ini menjabat Sekda Kabupaten Aceh Tenggara. Laporan Polisi tersebut dengan Nomor: LP/B/133/VI/2018[/caption]

PURNAMANEWS – Aceh. Ketua Gerakan Peduli Lingkungan Antikorupsi (GPLAK) Aceh Tenggara, Amri Sinulingga,
Dilaporkan oleh saudara Mhd.Ridwan yang saat ini menjabat Sekda Kabupaten Aceh Tenggara. Laporan Polisi tersebut dengan Nomor:

LP/B/133/VI/2018/Aceh/Res Agara, tanggal 22 Juni 2018 atas tuduhan PENCEMARAN NAMA BAIK Pasal 45 ayat (3) yo Pasal 7 ayat (3) dan atau UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 310 yo Pasal 311 KUHPidana. KUNJUNGI SPONSOR

Laporan dimaksud atas gerahnya Postingan di akun Facebook milik Ketua Gerakan Peduli Lingkungan Antikorupsi (GPLAK) Aceh Tenggara, Amri Sinulingga, yang bertuliskan kasus Korupsi APBD Aceh Tenggara tahun 2004-2006, yg mana Mhd. Ridwan salah satu penerima aliran dana Korupsi APBD Aceh Tenggara tidak diproses sebagaimana hukum yang berlaku.

Baca Juga: Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA), Dukung Langkah Inspektorat Pidie Audit Dana Desa 

Sebagaimana yang diterangkan Pada Pasal 4 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yg mengatakan “Pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghilangkan pidananya”

Dari berita ini diturunkan MH RIDWAN saat di konfirmasi wartawan alinasi wartawan Nasional Indonesia melalui pesan singkat WhatsApp tidak menanggapi nya.

Kilas Balik kasus korupsi Aceh Tenggara

Dalam putusan pengadilan negeri Jakarta No.19/Pid.B/TPK/2009/PN. Jkt.Pst, Armen Desky dinyatakan terbukti melakukan tindak korupsi APBD 2004-2006 Kabupaten Aceh Tenggara diduga beliau tidak sendiri dalam melakukan kegiatan tersebut diduga dilakukan bersama 16 bawahannya atas dasar tersebut.

KPK melalui surat No.R/133/01-20/04/2012 tanggal 5 April 2012 mengintruksikan kepada penyidik ke Kejati Aceh untuk membuka dan mengusut kembali kasus tersebut. Antara lain Ibnu Hasyim dan Martin Deski, bahkan langsung disebut KPK .

1. Martin Desky selaku Sekda Agara saat itu, menerima aliran dana sebesar Rp1.892.600.000.( uang ini telah dikembalikan ke kas negara )
2. Ibun Hasyim menerima aliran dana Rp1.305.000.000,( dana tersebut juga sudah dikembalikan ke kas negara)
3.M. Ridwan Rp250 juta, (uang tersebut telah dikembalikan ke kas negara )
4.Abdul Manan Rp412 juta (uang tersebut telah dikembalikan ke kas negara )
5.MHD Yusuf Rp213 juta.(uang tersebut telah dikembalikan ke kas negara )
Sejak akhir tahun 2012 lalu.
(Hgn/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed