Aiptu Suryono, Anggota Sat Samapta Polres Kediri Kota yang Berjiwa Sosial Tinggi, Sisihkan Gaji untuk Santuni Keluarga Penyandang Disabilitas

Nasional68 Dilihat

Aiptu Suryono adalah sosok polisi istimewa. Polisi melayani dan mengayomi rakyat telah dilaksanakan benar olehnya. Dengan penuh dedikasi, pengorbanan, dan ketulusan, dia rela menyisihkan waktu dan uang pribadinya untuk menyantuni dan berbuat kebaikan kepada kaum dhuafa dan fakir miskin.

Purnamanews.com | Kediri -Dibalik sifatnya yang sederhana, Aiptu Suryono juga berjiwa sosial tinggi. Hal ini dibuktikan Polisi yang bertugas di Satuan Samapta Polres Kediri Kota tersebut dengan menyantuni keluarga penyandang disabilitas.

Dia adalah sosok polisi istimewa. Polisi melayani dan mengayomi rakyat telah dilaksanakan benar olehnya. Dengan penuh dedikasi, pengorbanan, dan ketulusan, dia rela menyisihkan waktu dan uang pribadinya untuk menyantuni dan berbuat kebaikan kepada kaum dhuafa dan fakir miskin.

Rabu siang, 23 November 2022, dia mendatangi rumah Sarmini (65), yang berada di Dusun Selotopeng, Desa/ Kecamatan Banyakan, RT 02/ RW 03, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Tujuannya, untuk sekedar memberikan santunan dan sembako kepada keluarga Sarmini. Dan Sarmini ini memiliki seorang anak laki – laki bernama Gatot Widyanto ( 32), penyandang disabilitas.

” Ibu Sarmini ini memiliki anak laki – laki penyandang disabilitas. Dan saya sangat berempati dan tersentuh untuk membantu keluarganya,” kata Ki Suryo, sapaan akrab Aiptu Suryono, Rabu ( 23/11).

Pantauan media ini di lokasi, Aiptu Suryono melakukan pijatan terapy kepada Gatot. Sesekali mengajaknya becanda, suasana keakraban nampak diantara mereka berdua, seperti sosok seorang ‘ ayah ‘ dan ‘ anak laki – lakinya ‘.

Sarmini terlihat sangat terharu melihat begitu besar perhatian sosok anggota polisi kepada anak laki – lakinya.

Kula matur Suwon sanget dumateng pak polisi, Mugi – Mugi barokah ( saya sangat berterima kasih kepada Pak Polisi, semoga barokah ),” kata Sarmini mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Aiptu Suryono.

Kepada Reporter media ini, Sarmini bercerita, anak laki – lakinya yang kini genap berusia 32 tahun itu pertama kali menderita sakit di usia 9 bulan, dan praktis tak bisa berjalan. Kemudian baru bisa berjalan saat usia 12 tahun.

Semua upaya telah ia lakukan hanya berusaha untuk kesembuhan buah hatinya itu, dari pengobatan medis hingga ke pengobatan alternatif. Ia mengaku ikhlas atas segala sesuatu yang menimpanya.

Dia berharap agar segala yang diupayakannya membawa hasil, minimal anaknya bisa makan dan mandi sendiri. Karna selama ini buah hatinya bila makan harus disuapi, dan bila mandi harus dimandikan.

Umpami maem, nggeh Kula seng dhulang, umpami siram nggeh Kula seng nyirami ( kalau makan, saya yang nyuapi, kalau mandi , saya yang memandikan ),” terang Sarmini bercerita.

Kula namung nyuwon Mugi – Mugi yoga Kula diparingi saged maem kaleh siram saged piyambak ( saya hanya minta semoga anak saya bisa makan dan mandi dilakukan sendiri),” lanjutnya.

Aiptu Suryono mengaku tidak akan lelah berbuat kebaikan dan membantu sesama. Dia berharap semua yang dilakukannya bermanfaat.

” Jangan lelah berbuat baik,” pesan Aiptu Suryono.

 

Penulis Naskah : Hernowo A.M

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *