oleh

Ahmad Hartono, Mahasiswa UNEJ Asal Pamekasan Resmi Pimpin PII Jawa Timur 2018 – 2020

Purnama News.com, Jember Jawa Timur – Konferensi Wilayah (Konwil) ke-31 Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Timur merupakan forum tertinggi para pelajar pelopor di Jawa Timur.

Kedudukannya dapat disandingkan sebagai pesta demokrasi di tingkat pelajar. Sehingga forum tersebut memiliki nilai prestis tersendiri.

Jika biasanya sidang pleno, sidang komisi, konflik serta dinamika dalam kongres hanya dapat dinikmati setelah aktif di organisasi mahasiswa, Pelajar Islam Indonesia telah terbiasa berdemokrasi secara dewasa lebih dahulu.

Acara yang sebelumnya telah disemarakkan dengan talkshow “Pelajar Beradab, Pionir Perbaikan Bangsa” itu kemudian dilanjutkan dengan konferensi tingkat regional.

Bertempat di Pondok Pesantren Alumni Gontor Bustanul Ulum Al Ghozali, Wuluhan, Jember.

Konwil PII ke-31 mempertemukan pelajar dari 20 daerah di Jawa Timur untuk bersama-sama menentukan arah gerak yang sama selama 2 tahun ke depan. Baik pergerakan pelajar sekolah maupun perjuangan pelajar di Pondok Pesantren.

Pembahasan isu strategis di kalangan pelajar Jawa Timur dan analisis kondisi internal dilakukan oleh peserta sidang. Oleh karenanya, dalam forum ini pula disepakati kriteria Ketua Umum PII Jatim 1 periode mendatang.

Aspek kedirian seperti integritas dan mampu berkomitmen serta keilmuan yang meliputi hafalan Al Qur’an, mampu menjadi imam sholat, menguasai minimal satu bahasa asing, serta memiliki karya tulis ilmiah hanyalah sedikit dari rentetan prasyarat kader PII Jatim memilih pemimpin mereka.

Seluruh ujian pun dibuktikan secara lisan maupun tulisan di hadapan para peserta sidang berjumlah ratusan orang. Seleksi ketua umum PII Jatim mempertemukan 11 orang kader terbaik untuk mempertandingkan kapasitas dirinya.

Semua proses persidangan selalu menggunakan musyawarah. Hal ini sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Islam yang memang Pancasilais.

Konferensi yang diselenggarakan sejak hari Sabtu hingga Selasa, 08 sampai 12 September 2018 tersebut bersepakat menjadikan Ahmad Hartono Adi Prabowo sebagai Ketua Umum PII Jatim 2018-2020.

Tono, sapaan akrabnya, sudah menjadi aktivis PII sejak tahun 2012. Kader dari SMA Negeri 1 Pamekasan tersebut saat ini sedang berada di semester tujuh jenjang Sarjana Hukum di FH Universitas Negeri Jember.

Sebelumnya, Tono menjabat sebagai Ketua Departemen Training dan Kursus di Pengurus Wilayah PII Jatim. Beliau mengungkapkan harapannya “Semoga PII menjadi organisasi terdepan yang peduli pada pelajar agar bisa membangun masyarakat yang berkeadaban.

Menemukan sosok berintegritas serta komitmen tinggi dalam membangun pelajar berkeadaban di Jawa Timur bukanlah perkara kecil. Tono harus bersaing mengalahkan

sepuluh kandidat ketua lainnya yang memiliki track record luar biasa di bidang keilmuan, keagamaan, serta ke-PII an. Kandidat lain bahkan memiliki hafalan Qur’an beberapa juz, ada pula yang karya tulis ilmiahnya diterbitkan

di konferensi internasional bahkan kompetitor lainnya telah memiliki penghasilan cukup banyak.

Apalagi konsekuensi menjadi ketua umum akan membuat Tono menyediakan minimal dua hari dalam sepekan untuk berada di ibukota provinsi. Rasa lelah bolak-balik Surabaya-Jember ini hanya bisa ditebus oleh manusia yang ikhlas dalam berjuang.

Perlu digaris bawahi, pesta demokrasi PII di sini masih teguh memegang prinsip, sehingga money politic maupun black campaign mustahil ditemui.

Pelajar Islam Indonesia memang sejak awal lahir tahun 1947 sudah menentukan fokus bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. PII menyatukan para pelajar di pondok pesantren yang terkesan berpikiran tertutup dan cenderung konvensional dengan pelajar umum yang brandnya modern serta memiliki tingkat keintelektualan tinggi.

Niat baik ini didukung oleh pihak swasta maupun pemerintah. Bahkan Kiai Shodiq sendiri sebagai tuan rumah Konwil 31 PII Jatim mengaku bangga dapat melayani agenda PII.

Sampai-sampai beliau mengubah nama upacara bendera hari Senin menjadi upacara Pelajar Islam Indonesia.

Ke depannya, PII Jatim diharapkan bukan hanya sebagai kotak display pelajar high class, tetapi benar-benar menjadi Sahabat Pelajar solusi problematika ummat.( Arisandi )

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed