oleh

Aceh Jaya Dan Unsyiah Menanda Tangani Jalin Kerja Dengan PT. Haldin,

Banda Aceh (Purnamanews)  Pemerintah K abupaten Aceh Jaya, kembali melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) serta PT. Haldin(10/09)

 

Acara yang diselenggarakan di gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, dengan tema “Forum Inovasi dan Bisnis Klater Inovasi Nilam” turut di hadiri Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti, Rektor Unsyiah, Pimpinan Bank Indonesia Cabang Banda Aceh, Ketua ARC PUI Nilam Unsyiah, dan Direktur PT Haldin.

Sesuai dengan potensi yang dimiliki, Aceh jaya menempatkan sektor agro menjadi prioritas dengan pendekatan hilirisasi produk agro untuk menciptakan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha.

 

Bupati Aceh Jaya Irfan TB, dalam sambutannya, menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada  Rektor Unsyiah dan dukungan Kemenristek Dikti serta kerja kerasnya TIM ARC PUI Nilam yang telah mendampingi Pemerintah Aceh jaya dalam menyusun roadmap dan implementasi pengembangan industri nilam di Aceh jaya. 

 

“Kita berharap industri nilam yang kita kembangkan secara kongkrit dan terukur dapat memberikan kontribusi dalam  menurunkan angka kemiskinan,” harapnya.

 

Pemkab Aceh Jaya, sangat mendukung adanya pelaksanaan program ini. Selain membuka lapangan kerja, program ini juga akan memberikan edukasi bagi masyarakat terhadap inovasi nilam.

 

“Aceh Jaya memilih prospek bagus untuk komoditi nilam dan saat ini juga masyarakat sudah memulai kembali membudidayakan komoditi ini,” papar Irfan.

 

Menurut Irfan, pihaknya akan melakukan pengawalan serius terhadap penerapan dan keberlangsungan program ini, serta akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk serius menanam nilam.

 

“Tujuan utama kita bisa menyentuh petani nilam dan bisa mendidik masyarakat agar nilam itu bisa menjadi produk andalan, punya daya saing tinggi baik, nasional maupun internasional. Dikatakannya, Officer PT Haldin Pacific Semesta, PT Haldin dalam kerjasama ini sebagai pembeli. Nantinya juga akan menjadi pemodal awal,” ungkapnya

 

Sementara itu, Rektor Unsyiah, Samsul Rizal kepada wartawan menyampaikan, selain mencettak generasi akademisi, keberadaan Unsyiah juga harus menyentuh langsung kepada masyarakat luas. Maka dengan adanya jalinan kerjasama ini diharapakan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga.

 

“Saya sudah sampaikan kepada profesor – profesor yang ada di Unsyiah ini, kedepan cukup mengajar 3 atau 4 SKS saja, selebihnya berhadapan langsung dengan masyarakat dengan terobosan peningkatan ekonomi,”tuturnya.(Ns)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed