oleh

Abjan Sofyan: Saatnya Nanti Masyarakat Akan Kagum Dengan Waterfront City Morotai

PURNAMANEWS – Morotai. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pulau Morotai, Dr.Ir. Abjan Sofyan,MT. Saat ditemui diruang kerjanya, kamis (2/8/2018), memaparkan soal pembangunan WFC. Ia mengatakan, perkembangan sebuah wilayah memang bisa saja membuat daerah di tepian air bertumbuh menjadi kota pesisir (waterfront city). Dengan konsep waterfront green and smart city maka daerah ditepian laut, bisa saja dikembangkan secara sengaja menjadi kota pesisir.

“Biasanya kota pesisir ini muncul karena bagian dari perkotaan yang berbatasan dengan perairan tersebut mengalami perkembangan.” pungkasnya. KUNJUNGI SPONSOR

Menurut Abjan, beberapa kriteria waterfront city diantaranya, Pertama Berada di daerah tepian perairan besar seperti laut, kedua Punya pemandangan utama dan dominan ke arah perairan, dan Umumnya merupakan wilayah yang berwujud pelabuhan, perdagangan, pariwisata serta permukiman, ketiga karena berada ditepian perairan, maka waterfront city mempunyai fungsi sebagai tempat rekreasi, industri, pelabuhan dan permukiman.

Baca Juga: Bersama Presiden Jokowi, Anies Mencoba Pelican Crossing di Bundaran HI 

“Untuk itu kota Daruba memenuhi kriteria tersebut, sehingga Bupati dengan dinas terkait mengambil langkah cepat membangun WFC dengan menggunakan sharing dana APBN dan APBD.” tandasnya

Tambahnya, terwujudnya pembangunan WCF ini karena sharing dana APBD dan APBN. besaran anggarannya 6.5 milyar berasal dari APBD untuk reklamasi timbunan, sedangkan dari APBN kurang lebih 20 milyar, untuk pembangunan talud, penataan ruang terbuka hijau jalan akses dan joging track.

[caption id="attachment_2288" align="alignnone" width="768"] Dikatakannya, pembangunan Waterfront City zona satu, tahap satu akan menelan anggaran total kurang lebih 26,5 Milyar[/caption]

Saat ini kata Abjan, pembangunan reklamasi timbunan WFC zona satu dilingkungan Kampung Cina Desa Daruba, sudah hampir rampung dan target pembangunannya selesai tahun depan. Dengan berbagai fasilitas umum yang akan dibangun diantaranya taman bermain anak, ruang fitnes terbuka, ruang terbuka hijau dan lain lain.

Disinggung soal dokumen amdal, Abjan menegaskan, setiap pembangunan reklamasi ada kajiannya dan amdal itu menjadi sebuah persyaratan dari reklamasi itu sendiri, tanpa dokumen amdal kita tidak bisa buat reklamasi dan konsep pembangunannya green and smart city (kota pantai dengan ruang terbuka hijau)

Dikatakannya, pembangunan Waterfront City zona satu, tahap satu akan menelan anggaran total kurang lebih 26,5 Milyar dan luar biasa karena pembangunannya lebih besar menggunakan sumber dana APBN.

“Kita harus berterima kasih kepada Bupati Pulau Morotai Benny Laos dan Wakil Bupati Asrun Padoma, karena kerja keras mereka akhirnya Kabupaten Pulau Morotai keciprat dana APBN yang cukup besar untuk pembangunan WFC,” ungkapnya

Sehingga Doktor muda ini berharap, masarakat harus pro aktif atas upaya upaya Benny-Asrun, yang tujuannya ingin mensejahterakan masyarakat.

“Saatnya masyarakat akan kagum setelah terjadi perubahan wajah kota daruba dan sebagai pusat pergerakan bisnis di sepanjang pesisir dengan berbagai fasilitas kuliner. Karena Pesisir pantai bukan lagi menjadi halaman belakang pemukiman tapi menjadi halaman depan sebuah perkotaan.” Pungkasnya mengakhiri komentarnya.

(oje/red)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed