Gurindam 12 Terancam Jadi Zona Bisnis, Anak Tempatan Kepri Minta Ansar Ahmad Batalkan Lelang
Purnamanews|Tanjungpinang Polemik terkait rencana pemanfaatan kawasan Gurindam 12 sebagai zona bisnis memicu penolakan keras dari masyarakat tempatan. Warga asli Kepulauan Riau menilai langkah tersebut berpotensi menggerus marwah dan nilai historis Gurindam 12 yang selama ini menjadi ikon budaya Melayu. Jumat, 12/09/2025.
Sejumlah tokoh masyarakat dan anak tempatan Kepri menyuarakan protes mereka. Mereka menilai, Gurindam 12 tidak layak dijadikan objek komersialisasi melalui skema lelang. “Gurindam 12 adalah identitas budaya kita. Jika dijadikan zona bisnis, maka marwah Melayu yang selama ini dijunjung akan diperdagangkan,” tegas salah satu perwakilan masyarakat.
Desakan ditujukan langsung kepada Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, agar segera membatalkan rencana lelang tersebut. Menurut mereka, pemerintah daerah seharusnya menjaga dan melestarikan kawasan bersejarah ini, bukan menjadikannya ladang bisnis yang hanya menguntungkan segelintir pihak.
Masyarakat menegaskan bahwa perjuangan mempertahankan Gurindam 12 bukan hanya soal lahan, melainkan soal harga diri dan warisan budaya Kepri. Mereka pun berharap pemerintah provinsi bisa mendengarkan suara masyarakat sebelum mengambil keputusan final.







