Mafia Pasir Kab. Bintan Galang Batang, Publik Desak Presiden dan Kapolri Turun Tangan

- Jurnalis

Senin, 8 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

purnamanews|Bintan Gelombang kritik publik terhadap kinerja aparat di Bintan makin deras. Setelah aktivitas tambang pasir ilegal di Galang Batang, Kampung Banjar, Korindo, hingga Teluk Bakau makin terbuka lebar, masyarakat kini mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo segera mengambil alih penanganan kasus ini. Senin, 08 September 2025.

Pasalnya, keberadaan Polres Bintan dinilai mandul dan tak berdaya menghadapi mafia pasir. Dugaan pembiaran bahkan persekongkolan makin menguat seiring fakta di lapangan: puluhan lori antre mengangkut hasil galian tanpa izin, mesin dan alat berat bekerja siang-malam, tapi aparat justru diam seribu bahasa.

Ancaman Ekologis dan Sosial

Pakar lingkungan menyebut, kerusakan akibat tambang liar di Galang Batang bisa menjadi bencana ekologis. Sungai-sungai tercemar lumpur, garis pantai terkikis, dan lahan produktif hancur. Jika dibiarkan, dalam beberapa tahun ke depan Bintan akan menghadapi abrasi parah serta kehilangan sumber daya air bersih.

Baca Juga :  Kinerja Positif 2025: KAI Daop 7 Madiun Angkut 68.452 Ton Barang, Ketepatan Waktu Capai 98.58%

Selain itu, muncul kekhawatiran konflik sosial. “Warga lokal makin terpinggirkan. Mereka tidak berdaya menghadapi mafia yang punya beking kuat. Jika ini meledak, bisa timbul benturan horizontal,” kata seorang tokoh masyarakat.

Mafia Lebih Berkuasa dari Negara?

Nama inisial Y terus jadi sorotan. Sosok yang disebut-sebut punya jaringan politik lama itu dinilai kebal hukum. Fakta bahwa Nababan, seorang pekerja kecil, sempat ditindak sementara Y bebas beraksi, memperkuat anggapan bahwa hukum di Bintan sudah dipermainkan mafia pasir.

Publik menilai, situasi ini bukan lagi sekadar kasus tambang ilegal, melainkan tantangan langsung terhadap wibawa negara. Jika Polres Bintan tetap diam, artinya mafia pasir lebih berkuasa daripada institusi resmi penegak hukum.

Baca Juga :  Di Duga Mempersulit walimurid BRI Unit Tanjung Bintang Tolak Aktifasi PIP Siswa SD Di Kecamatan Tanjung Bintang, Walimurid Harus Tempuh Jarak 70 km atau 2 Jam Perjalanan 

Desakan Nasional

Gelombang desakan kini mengarah ke pemerintah pusat. “Kami minta Presiden dan Kapolri jangan tinggal diam. Kalau aparat di daerah tidak sanggup, biar Mabes Polri dan TNI yang turun,” tegas aktivis lingkungan di Tanjungpinang.

Masyarakat juga menuntut dilakukan sapu bersih jaringan mafia pasir, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat dan pejabat yang selama ini menjadi pelindung bisnis ilegal tersebut.

Bola Panas di Tangan Presiden dan Kapolri

Tanpa langkah tegas, kasus mafia pasir Galang Batang akan menjadi ujian pertama bagi pemerintahan Prabowo Subianto dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Publik menunggu apakah negara benar-benar hadir, atau justru ikut kalah oleh cukong tambang.

📸 Ilustrasi: Truk antre di lokasi tambang pasir ilegal, Galang Batang. Aktivitas berlangsung terbuka, publik menduga aparat sengaja tutup mata.

 

Berita Terkait

Korem 051/Wijayakarta Kembali Unjuk Gigi Di Ajang Menembak Nasional
Bersihkan Rumah Allah Pasca Banjir, Polri Dan Warga Bener Meriah Gotong Royong Siapkan Meunasah Sambut Ramadhan
Bupati dan Sekda Mulai Cleaning dan Pembuatan Jalan Plan Sekolah Rakyat, Akan di Bangu Bulan Oktober
Hujan Disertai Angin Kencang Mengakibatkan Satu Unit Rumah Warga Roboh di Kampung Rego Baros RT 12 RW 003, Desa Padasuka, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang,
Koramil 02/Matraman Gelar Patroli Siskamling Keliling, Wujud Nyata Sinergi Jaga Keamanan Wilayah
Ditbinmas Polda Metro Jaya Beri Penyuluhan Ke PKK Cipinang Melayu, Bahas Narkoba Hingga Tawuran
Wujud Kepedulian Polri, Polsek Metro Penjaringan Bagikan Ratusan Makanan Siap Saji Kepada Masyarakat
Polsek Pademangan Santuni 14 Anak Yatim Piatu Dan Dhuafa Dalam Jumat Berkah
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:59 WIB

Korem 051/Wijayakarta Kembali Unjuk Gigi Di Ajang Menembak Nasional

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:36 WIB

Bersihkan Rumah Allah Pasca Banjir, Polri Dan Warga Bener Meriah Gotong Royong Siapkan Meunasah Sambut Ramadhan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:00 WIB

Bupati dan Sekda Mulai Cleaning dan Pembuatan Jalan Plan Sekolah Rakyat, Akan di Bangu Bulan Oktober

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:35 WIB

Hujan Disertai Angin Kencang Mengakibatkan Satu Unit Rumah Warga Roboh di Kampung Rego Baros RT 12 RW 003, Desa Padasuka, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang,

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:09 WIB

Ditbinmas Polda Metro Jaya Beri Penyuluhan Ke PKK Cipinang Melayu, Bahas Narkoba Hingga Tawuran

Berita Terbaru

TNI Dan Polri

Korem 051/Wijayakarta Kembali Unjuk Gigi Di Ajang Menembak Nasional

Sabtu, 31 Jan 2026 - 13:59 WIB