Purnama News|Batam Aktivitas mencurigakan kembali terpantau di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Kota Batam. Deretan lori dan truk berukuran besar tampak parkir berjam-jam, sebagian dengan muatan tertutup rapat menggunakan terpal. Situasi ini menimbulkan dugaan kuat adanya aktivitas ilegal yang berlangsung di kawasan tersebut.
Pantauan di lapangan, Senin (1/9/2025), kendaraan bermuatan penuh itu tidak hanya menunggu antrean masuk kapal, tapi juga sebagian diparkir di lokasi-lokasi teduh di sekitar pelabuhan. Aktivitas bongkar muat barang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, jauh dari pengawasan resmi.
“Sudah bukan rahasia lagi, lori-lori ini banyak yang bawa barang ilegal. Ada yang sembako, ada juga barang elektronik dan minuman tanpa cukai. Mereka mainnya lewat roro, lebih longgar pengawasannya,” ungkap salah seorang sopir ekspedisi yang enggan identitasnya dipublikasikan.
Pelabuhan Roro Telaga Punggur memang dikenal sebagai jalur vital penghubung Batam dengan Tanjungpinang, Lingga, bahkan sampai ke Jambi dan Sumatera. Posisi strategis ini rawan dimanfaatkan mafia logistik untuk mengalirkan barang tanpa dokumen resmi.
Modus yang biasa dipakai, barang-barang ilegal disamarkan dengan muatan legal di dalam truk. Saat pemeriksaan di pelabuhan, dokumen yang ditunjukkan hanya sebagian kecil dari isi muatan. Sisanya lolos begitu saja.
Ironisnya, hingga kini belum ada tindakan nyata dari aparat. Pihak ASDP selaku pengelola pelabuhan maupun aparat penegak hukum terkesan tutup mata, meski antrean lori-lori misterius ini terlihat mencolok.
“Kalau aparat serius, gampang kok menangkap mereka. Tinggal cek muatan satu per satu. Tapi kenyataannya? Ya begitu, dibiarkan,” tambah warga sekitar.
Fenomena ini menambah daftar panjang dugaan praktik penyelundupan di Batam. Jika tidak segera ditindak, bukan hanya negara yang dirugikan dari sisi pajak dan bea masuk, tetapi juga pedagang resmi yang harus bersaing dengan barang selundupan berharga murah.







