PURNAMA NEWS.COM | BANGKALAN – Ketua Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Kelurahan Kraton secara resmi memberikan klarifikasi atas pemberitaan di media online sebelumnya yang menyebut adanya dugaan pemotongan honor relawan. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang dinilai tidak benar dan berpotensi menyesatkan publik.
Ketua SPPG yang enggan disebutkan namanya dan hanya disebut dengan inisial VT menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Saya klarifikasi dengan tegas bahwa pemberitaan sebelumnya itu tidak benar. Informasi yang diperoleh simpang siur dan tidak sesuai dengan kenyataan,” ujar VT kepada wartawan, Selasa (10/2).
Ia menegaskan, tidak pernah ada praktik pemotongan honor relawan dalam pelaksanaan Program Gizi di wilayah Kelurahan Kraton.
“Yang perlu saya sampaikan secara jelas, terkait pemotongan honor itu sama sekali tidak ada,” tegasnya.
VT menjelaskan, sistem pembayaran honor relawan SPPG dilakukan berdasarkan hasil kerja selama dua minggu. Namun, apabila dalam rentang waktu tersebut terdapat hari libur, maka honor memang tidak berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ini bukan pemotongan, tapi mekanisme kerja. Honor dihitung berdasarkan hari aktif kerja. Jika ada hari libur, maka memang tidak masuk perhitungan honor,” jelasnya.
Lebih lanjut, VT memaparkan bahwa mekanisme pembayaran honor relawan telah diatur secara ketat dan transparan. Seluruh honor dibayarkan langsung ke rekening masing-masing relawan melalui satu pintu sesuai regulasi.
“Honor relawan ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Tidak ada dana yang masuk ke rekening saya, akuntan, ataupun pihak pelaksana. Semua lewat satu pintu sesuai aturan,” terangnya.
Sebagai bentuk keterbukaan, Ketua SPPG juga mempersilakan relawan atau pihak mana pun yang menemukan kejanggalan untuk melakukan klarifikasi langsung.
“Kalau ada yang dianggap janggal atau tidak sesuai regulasi, silakan relawan langsung bertanya ke akuntan kami. Kami terbuka,” imbuhnya.
VT berharap, ke depan tidak ada lagi kesalahpahaman akibat informasi yang tidak utuh. Ia menegaskan komitmen SPPG Kelurahan Kraton untuk menjalankan program pemerintah secara transparan, akuntabel, dan terbuka terhadap pengawasan publik.
“Kami membuka ruang selebar-lebarnya untuk media. Kami ingin bersinergi dan berkolaborasi agar program pemerintah ini berjalan sukses dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Pewarta : Hari








