Warga Masyarakat Antusias Hadiri Acara Nyadran di TPU Makam Sari Desa Tri Harjo Merbau Mataram

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Purnamanews.com Lampung Selatan – Kegiatan Nyadran yang di laksanakan di tempat pemakaman umum makam Sari Giri jaya I Desa Triharjo Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan hari ini adalah salah satu tradisi masyarakat Jawa, yang dilakukan pada bulan Ruwah (Sya’ban) untuk membersihkan makam leluhur, berziarah, dan mendoakan arwah secara bersama -Sama,  Pada Minggu 08/02/2016.

Anggota DPRD Lampung Selatan H.Dwi Riyanto kepada newsbin menjelaskan,hal tersebut diadakan setahun sekali saat menjelang Ramadan. tradisi ini merupakan perpaduan budaya Islam dan Jawa, sering disebut juga Ruwahan, yang puncaknya ditandai dengan kenduri atau makan bersama (kembul bujono) sebagai wujud syukur dan mempererat tali silaturahmi, beberapa poin-poin penting mengenai tradisi nyadran, bahwa
asal kata dan makna yang berasal dari bahasa Sansekerta Sraddha yang berarti keyakinan, atau Sadran (Ruwah Sya’ban) yang dilakukan pada bulan Ruwah atau Sya’ban, menjelang bulan suci Ramadhan,
Prosesi utama dalam acara ini adalah
Besik yang artinya membersihkan makam dari kotoran dan rumput liar secara gotong royong serta
Ziarah dan Doa bersama, dengan melakukan pembacaan ayat Al-Quran, zikir, dan tahlil, di lanjutkan
Kenduri/Kembul Bujono,Makan bersama dengan membawa makanan dari rumah masing-masing, sebagai simbol kebersamaan,”ya bang banyak hikmah dan
nilai sosial dari Budaya Nyadran, yaitu menguatkan nilai gotong royong, sedekah, silaturahmi, dan penghormatan kepada leluhur,” jelasnya.

Baca Juga :  Rapat Paripurna di Ruang Sidang DPRD Provinsi Lampung

H.Dwi Riyanto menambahkan,” di beberapa tempat, khususnya di Jawa Timur, tradisi ini dikenal juga dengan sebutan Manganan atau Sedekah Bumi.
Tradisi ini tetap dipertahankan sebagai wujud kearifan lokal dan penghormatan terhadap leluhur di tengah arus modernisasi,”Imbuhnya.

Baca Juga :  Polres Aceh Barat Tertibkan PETI dengan Pendekatan Persuasif

Dalam sambutannya Kepala Desa Tri Harjo Santoso mengatakan bahwa tradisi ini harus tetap di lestarikan,”Saya pada kesempatan ini banyak mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tokoh Pemuda,Tokoh masyarakat Tokoh Agama,dan seluruh warga masyarakat yang sudah bahu membahu agar terlaksananya Acara Nyadran hari,dan tradisi ini harus tetap di lestarikan,” tutupnya.(TIM)

 

Berita Terkait

Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM Melantik Sebanyak 132 Pejabat Baru
Hari Pers Nasional 2026 Sintya Sandra Kusuma Apresiasi Insan Pers Jaga Demokrasi
Satlantas Polres Brebes Gelar “Police Go To School” di SMA N 1 Brebes, Tingkatkan Kesadaran Pelajar
Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Yogyakarta Tembus 239 Ribu di Januari 2026
Medco E&P Malaka Beri Dukungan Psikososial bagi Anak Terdampak Banjir di Aceh Timur
Bupati Rakor Bersama Kepala Balai Kemenhub, Kelanjutan Terminal Tipe A
Bupati Nagan Raya Buka Musrenbang Tingkat Kecamatan Tahun 2026
Bupati Aceh Barat Lantik Satgas PAD
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:14 WIB

Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM Melantik Sebanyak 132 Pejabat Baru

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:56 WIB

Hari Pers Nasional 2026 Sintya Sandra Kusuma Apresiasi Insan Pers Jaga Demokrasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:53 WIB

Satlantas Polres Brebes Gelar “Police Go To School” di SMA N 1 Brebes, Tingkatkan Kesadaran Pelajar

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:52 WIB

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Yogyakarta Tembus 239 Ribu di Januari 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 21:45 WIB

Medco E&P Malaka Beri Dukungan Psikososial bagi Anak Terdampak Banjir di Aceh Timur

Berita Terbaru

News

Rutan Barru Buka Kompetisi Futsal Warga Binaan

Selasa, 10 Feb 2026 - 19:17 WIB