Sambut POJK 35/2025, BRI Finance Terapkan Pembiayaan DP 0% Berbasis Manajemen Risiko

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 4 Februari 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menyambut baik penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35 Tahun 2025 yang memberikan relaksasi uang muka (down payment/DP) hingga 0% bagi perusahaan pembiayaan yang memenuhi kriteria tertentu. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah antisipatif regulator dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan sektor pembiayaan serta memperkuat daya dorong industri otomotif nasional di tengah dinamika perekonomian yang masih berkembang.

Relaksasi DP tersebut dinilai membuka ruang yang lebih luas bagi perusahaan pembiayaan untuk menjangkau segmen konsumen yang memiliki kapasitas pembayaran memadai namun terkendala keterbatasan dana awal. Dalam perspektif BRI Finance, kebijakan ini berpotensi meningkatkan aksesibilitas pembiayaan secara inklusif sekaligus menjaga momentum pemulihan permintaan kendaraan, khususnya pada segmen retail dan produktif.

Namun demikian, BRI Finance menegaskan bahwa implementasi kebijakan DP 0% akan dilakukan secara selektif, terukur, dan berbasis manajemen risiko yang kuat. Perusahaan berkomitmen untuk tetap menjaga keseimbangan antara akselerasi pertumbuhan pembiayaan dengan kualitas aset, serta memastikan keberlanjutan kinerja keuangan dalam jangka panjang. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan bisnis.

Baca Juga :  Ruas Batang–Semarang Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Jawa Tengah

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menekankan bahwa penguatan tata kelola dan manajemen risiko merupakan prasyarat utama dalam mengoptimalkan kebijakan relaksasi DP tersebut.

“BRI Finance mengimplementasikan skema DP 0% dengan pendekatan manajemen risiko yang komprehensif. Hal ini dilakukan melalui penajaman proses seleksi debitur dengan analisis kelayakan yang lebih ketat, penyesuaian struktur dan skema pembiayaan, serta pengendalian tenor dan plafon pembiayaan, khususnya untuk produk multiguna dan konsumtif,” ujar Wahyudi.

Lebih lanjut, Wahyudi menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten melakukan pemantauan terhadap kualitas portofolio pembiayaan guna memastikan risiko kredit tetap berada dalam batas yang dapat diterima. “Kami memastikan bahwa setiap langkah ekspansi pembiayaan tetap selaras dengan profil risiko perusahaan, sehingga pertumbuhan yang dicapai bersifat sehat, berkelanjutan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Baca Juga :  Kementerian PU Tangani Tanggul Jebol Terdampak Bencana di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

Dari sisi segmentasi, BRI Finance memproyeksikan pembiayaan kendaraan roda empat sebagai segmen yang paling optimal dalam memanfaatkan kebijakan relaksasi DP 0%. Segmen ini dinilai memiliki profil risiko yang relatif lebih terkelola, didukung oleh karakteristik konsumen dan nilai aset yang lebih stabil. Meski demikian, pembiayaan kendaraan roda dua tetap menjadi bagian dari portofolio perusahaan, khususnya untuk kebutuhan produktif, dengan penerapan seleksi yang lebih ketat dan pengawasan berkelanjutan guna mengantisipasi potensi peningkatan risiko gagal bayar.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, BRI Finance juga terus memperkuat sinergi dengan ekosistem BRI Group, termasuk optimalisasi data, penguatan sistem penilaian kredit, serta peningkatan kapabilitas digital dalam proses pembiayaan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung implementasi kebijakan DP 0% secara prudent sekaligus memperkuat posisi BRI Finance sebagai perusahaan pembiayaan yang adaptif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perkuat Dukungan Terhadap Stabilitas Ekonomi Daerah, BRI Finance Hadir di Kota Tegal
Libur Imlek 2026, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 234 Ribu Tempat Duduk
Hilirisasi Bauksit Jadi Penggerak Ekonomi Daerah Kalimantan Barat
Indonesia Economic Forum Luncurkan ION untuk UMKM Digital Inklusif
PPTJ 2026 Ruang Eksplorasi Pendidikan Global & Membuka Peluang Berkarier Bersama BINUS University
Tiket KA Lebaran 2026 Laris Manis, KAI Daop 2 Bandung Bagikan Tips Berburu Tiket Hari H
KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan dan Pelayanan Penumpang Terjamin dengan Baik
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:18 WIB

Perkuat Dukungan Terhadap Stabilitas Ekonomi Daerah, BRI Finance Hadir di Kota Tegal

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:49 WIB

Libur Imlek 2026, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 234 Ribu Tempat Duduk

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:49 WIB

Hilirisasi Bauksit Jadi Penggerak Ekonomi Daerah Kalimantan Barat

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:35 WIB

Indonesia Economic Forum Luncurkan ION untuk UMKM Digital Inklusif

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:12 WIB

PPTJ 2026 Ruang Eksplorasi Pendidikan Global & Membuka Peluang Berkarier Bersama BINUS University

Berita Terbaru