FGD Aktivis 98 : Kedudukan Polri Dibawah Presiden Adalah Amanat Konstitusi, Bukan Sekadar Kebijakan Politik

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar – Forum Group Discussion (FGD) Aktivis ’98 Sulawesi Selatan menegaskan bahwa kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia merupakan amanat konstitusi yang bersifat final dan mengikat. Posisi tersebut bukan sekadar pilihan kebijakan politik, melainkan bagian dari desain ketatanegaraan yang telah ditetapkan secara tegas dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kamis (5/2/2026).

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas berkembangnya wacana publik yang mengusulkan agar Polri ditempatkan di bawah kementerian tertentu. Para peserta FGD menilai bahwa gagasan tersebut tidak memiliki dasar yuridis yang kuat dan berpotensi melemahkan independensi Polri sebagai institusi penegak hukum dalam sistem presidensial.

Ketua Panitia FGD, Hasrul, menegaskan bahwa dukungan terhadap kedudukan Polri di bawah Presiden bukanlah pembelaan membabi buta, melainkan sikap sadar konstitusi.

“Dalam sistem presidensial, Presiden memegang mandat rakyat secara langsung. Menempatkan Polri di bawah Presiden memastikan akuntabilitas dan mencegah kekuasaan kepolisian berjalan tanpa kontrol yang sah,” ujar Hasrul.

Menurutnya, posisi konstitusional tersebut justru memperjelas garis komando, memperkuat kontrol demokratis, serta menjaga Polri tetap berada dalam kerangka supremasi sipil. Ia juga menekankan bahwa reformasi Polri harus dilakukan secara utuh dan terencana.

“Reformasi Polri harus dilakukan secara utuh, bukan parsial dan reaktif. Pembenahan institusi kepolisian harus berbasis pada penguatan sistem, bukan pada perubahan struktur yang bertentangan dengan konstitusi,” tambahnya.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Metro Jaya Relokasi 12 Kapal Perikanan Mangkrak Di Muara Angke

Dari perspektif hukum tata negara, Polri adalah alat negara yang menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan dan pelayanan publik. Dalam sistem pemerintahan presidensial, tanggung jawab pengelolaan institusi keamanan nasional memang berada langsung di bawah Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi.

Ketentuan tersebut diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang secara eksplisit menegaskan bahwa Polri bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Norma hukum ini menempatkan kedudukan Polri dalam kerangka konstitusional yang jelas dan tidak dapat ditafsirkan lain.

Narasumber dari kalangan Aktivis 98 juga menegaskan bahwa reformasi Polri tidak boleh dipahami secara sempit dan berdiri sendiri. Reformasi kepolisian harus berjalan seiring dengan pembenahan institusi penegak hukum lainnya.

“Reformasi Polri tidak boleh berdiri sendiri. Reformasi harus berjalan seiring dengan pembenahan Kejaksaan dan lembaga peradilan sebagai satu kesatuan sistem peradilan pidana,” tegas salah satu narasumber.

Pandangan tersebut diperkuat oleh peserta FGD, Akbar Supriadi, yang mengingatkan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam agenda reformasi hukum nasional.

“Reformasi sektoral berisiko melahirkan ketimpangan dan menjadikan satu institusi sebagai kambing hitam. Yang dibutuhkan adalah reformasi sistemik, bukan perubahan struktur yang justru dapat mengganggu keseimbangan antar-lembaga penegak hukum,” ujar Akbar.

Baca Juga :  Patroli/Siskamling Keliling, Koramil 06/Cakung Bersama Komponen Masyarakat Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif

FGD secara bulat menyimpulkan bahwa penempatan Polri di bawah Presiden merupakan konsekuensi langsung dari desain konstitusional UUD 1945. Presiden sebagai kepala pemerintahan memiliki kewenangan untuk mengendalikan alat negara guna menjamin keamanan, ketertiban, serta tegaknya hukum.

Karena itu, peserta FGD menegaskan bahwa agenda reformasi Polri harus difokuskan pada penguatan profesionalisme, integritas, dan mekanisme pengawasan, bukan pada perubahan kedudukan kelembagaan yang sudah jelas diatur oleh konstitusi. Reformasi kepolisian harus dilakukan serentak dengan reformasi Kejaksaan dan lembaga peradilan, tanpa menegasikan garis komando Presiden sebagai mandat konstitusional rakyat.

Aktivis 98 Sulsel menyampaikan kepada masyarakat bahwa informasi mengenai kedudukan Polri di bawah Presiden adalah fakta hukum yang wajib dipahami secara benar dan proporsional. Pemahaman ini penting agar diskursus publik tetap berada dalam koridor konstitusi dan kepentingan bangsa yang lebih besar.

FGD Aktivis 98 Sulsel mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghormati Undang-Undang Dasar 1945, menjaga independensi Polri sebagai institusi penegak hukum, serta mendukung agenda Transformasi Polri demi terwujudnya kepastian hukum dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kedudukan Polri di bawah Presiden adalah perintah konstitusi yang harus dipertahankan demi tegaknya negara hukum dan keberlanjutan reformasi kelembagaan.”

 

 

 

 

 

 

 

Jurnalis : M.Irsyad Salim

Berita Terkait

Kasrem 051/Wijayakarta Hadiri Pembukaan TMMD Ke- 127 TA 2026 Di Kota Depok
Kapolres Metro Tangerang Kota Turun Langsung Cek Bantaran Sungai Cisadane Pasca Pencemaran
Wujud Empati Pimpinan, Kapolsek Bekasi Barat Jenguk Anggota Yang Sakit
Polsek Cilincing Bersama Tiga Pilar Gelar Apel KRYD : Cegah Tawuran Dan Kejahatan Jalanan
Polres Metro Jakarta Barat Gelar Bimtek Komunikasi Publik Dan Transformasi Citra Polri Dalam Hadapi Era Digital
Satgas Preemtif Ops Keselamatan Jaya 2026, Imbau Warga Tertib Dan Selamat Berkendara
Wakapolres Metro Jakarta Barat Pimpin Apel Jam Pimpinan : Ajak Personel Perkuat Soliditas Dan Pelayanan
Koramil 04/Pulogadung Gelar Patroli/Siskamling Keliling Di Rawamangun
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:51 WIB

Kasrem 051/Wijayakarta Hadiri Pembukaan TMMD Ke- 127 TA 2026 Di Kota Depok

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:30 WIB

Kapolres Metro Tangerang Kota Turun Langsung Cek Bantaran Sungai Cisadane Pasca Pencemaran

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:18 WIB

Wujud Empati Pimpinan, Kapolsek Bekasi Barat Jenguk Anggota Yang Sakit

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:47 WIB

Polsek Cilincing Bersama Tiga Pilar Gelar Apel KRYD : Cegah Tawuran Dan Kejahatan Jalanan

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:01 WIB

Polres Metro Jakarta Barat Gelar Bimtek Komunikasi Publik Dan Transformasi Citra Polri Dalam Hadapi Era Digital

Berita Terbaru