Purnamanews.com Bandung Barat — Panglima Satuan Tugas Bela Wartawan (Sat bel Pers) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Dedi Supiandi, menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Babakan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat

Dedi menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga warga yang tertimbun material longsor. Ia menyebutkan bahwa peristiwa tersebut merupakan duka bersama dan membutuhkan kepedulian dari semua pihak.
“Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada para korban yang tertimpa musibah tanah longsor di Kampung Babakan Cisarua. Semoga para korban diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Dedi.
Dedi berharap seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat, dapat ikut andil turun langsung ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban, mengingat diduga masih terdapat warga yang tertimbun tanah longsor serta puluhan rumah yang terdampak.
Selain itu, Dedi juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, agar segera menurunkan personel dan peralatan berat guna mensterilkan lokasi bencana serta mempercepat proses pencarian dan penyelamatan korban.
“Langkah cepat dan tepat sangat diperlukan agar warga yang tertimbun serta rumah-rumah yang terdampak dapat segera ditangani. Ini harus dilakukan secara gerak cepat (gercep) demi keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedi mengajak seluruh organisasi pers, organisasi kemasyarakatan, LSM, serta elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama berkontribusi dalam penanganan bencana tersebut. Ia juga menginstruksikan kepada seluruh Ketua DPW dan DPC PWDPI beserta jajaran Sat bel Pers di seluruh Indonesia untuk segera melakukan persiapan dan turun langsung ke lokasi bencana, berkolaborasi dengan pemerintah setempat serta bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH).
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengimbau agar sebagian anggota Satbel Pers PWDPI membentuk posko bencana alam guna melakukan penggalangan donasi, baik berupa dana, alat kesehatan, pakaian, maupun kebutuhan lainnya yang bermanfaat bagi korban longsor.
“Ini adalah momentum kemanusiaan. Saatnya kita menunjukkan kepedulian tanpa pamrih. Sebagai insan pers dan pengemban fungsi kontrol sosial, kita harus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dedi menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini juga merupakan wujud pengabdian profesi pers dalam membela sesama, menjaga nilai kemanusiaan, serta berkontribusi melalui peliputan, pemberitaan, dan aksi nyata di lapangan.
Menutup pernyataannya, Dedi berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama agar seluruh pihak lebih peduli terhadap kelestarian alam dan hutan sebagai upaya pencegahan bencana di masa depan.
“Saat ini kita berada di musim cuaca ekstrem. Mari kita jaga diri, kesehatan, dan terus berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan keselamatan,” pungkasnya.(Tim)







