Fenomena Antre di Tempat Makan Viral, Worth It atau Sekadar Ikut Tren?

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antre panjang di depan restoran kini jadi pemandangan yang makin biasa. Dari pagi hingga malam, orang rela berdiri berjam jam demi seporsi makanan yang sedang ramai dibicarakan.

Media sosial ikut memanaskan suasana. Video review berseliweran, potongan antrean terlihat seperti validasi bahwa tempat tersebut memang layak dicoba.

Pertanyaannya sederhana tapi relevan. Apakah antre di restoran viral benar benar sepadan dengan waktu, tenaga, dan uang yang dikeluarkan?

Kenapa Restoran Viral Selalu Ramai?

Ada beberapa alasan kenapa restoran viral cepat dipenuhi antrean. Faktor pertama tentu rasa penasaran. Saat banyak orang membicarakan satu tempat, rasa ingin mencoba ikut terbentuk secara alami.

Faktor kedua adalah efek visual. Konten makanan yang terlihat menggoda sering memicu keinginan spontan. Apalagi jika disertai narasi pengalaman personal dari kreator favorit. Antrean kemudian berubah menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri.

Di titik tertentu, antre bukan lagi sekadar menunggu makanan, tapi juga bagian dari cerita yang ingin dibagikan kembali.

Antre sebagai Pengalaman Sosial

Bagi sebagian orang, antre justru dianggap seru. Datang bersama teman, ngobrol sambil menunggu, lalu memotret makanan saat akhirnya tiba. Antrean menjadi aktivitas sosial yang memberi rasa kebersamaan.

Dalam konteks ini, waktu menunggu tidak sepenuhnya terasa sia sia. Nilai yang dicari bukan hanya rasa, tapi juga momen dan pengalaman.

Namun, pengalaman ini sangat subjektif. Tidak semua orang menikmati keramaian dan waktu tunggu yang panjang.

Biaya yang Sering Tidak Disadari

Saat membicarakan worth it atau tidak, biaya tidak hanya soal harga makanan. Ada biaya lain yang sering luput dari perhatian, seperti waktu yang terpakai, energi yang terkuras, dan potensi pengeluaran tambahan.

Baca Juga :  Kementerian PU Tangani Tanggul Jebol Terdampak Bencana di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

Antre lama bisa membuat kamu lapar berlebihan lalu memesan lebih banyak dari rencana awal. Belum lagi jika akhirnya tergoda mencoba menu lain karena merasa sudah menunggu terlalu lama.

Antara Ekspektasi dan Realita Rasa

Salah satu risiko restoran viral adalah ekspektasi yang terlalu tinggi. Saat hype besar, standar rasa ikut naik. Ketika rasa yang didapat terasa biasa saja, kekecewaan mudah muncul.

Bukan berarti makanannya buruk. Namun rasa enak sering bersifat personal. Apa yang cocok untuk banyak orang belum tentu sesuai dengan selera kamu.

Menilai worth it atau tidak akan sangat dipengaruhi oleh seberapa realistis ekspektasi yang kamu bawa sejak awal.

Kapan Antre Bisa Dibilang Sepadan?

Antre bisa terasa sepadan jika kamu datang dengan niat dan kondisi yang tepat. Misalnya, kamu memang ingin mencoba karena penasaran, datang di waktu santai, dan antrean menjadi bagian dari agenda hari itu.

Antre juga terasa lebih masuk akal jika restoran tersebut menawarkan sesuatu yang unik dan sulit ditemukan di tempat lain. Entah dari segi konsep, teknik memasak, atau pengalaman makan yang berbeda.

Pengaruh Tren terhadap Pola Konsumsi

Fenomena restoran viral menunjukkan bagaimana tren memengaruhi cara kita mengonsumsi. Keputusan sering diambil karena dorongan sosial, bukan kebutuhan.

Kesadaran ini penting agar kamu tetap punya kendali. Tidak semua yang viral harus dicoba, dan tidak semua antre perlu diikuti. Memilih dengan sadar membantu kamu menikmati pengalaman tanpa rasa menyesal setelahnya.

Peran Pembayaran Digital di Tengah Keramaian

Baca Juga :  Catat 172 Barang Penumpang Tertinggal, KAI Daop 4 Imbau Pelanggan Jaga Barang Bawaan dengan Baik pada Penghujung Libur Nataru

Di restoran viral, antrean kasir sering sama panjangnya dengan antrean masuk. Proses pembayaran yang lama bisa memperpanjang pengalaman menunggu.

Di sinilah pembayaran digital terasa membantu. Transaksi jadi lebih cepat dan praktis, terutama saat tempat sedang ramai dan penuh tekanan.

Opsi Transaksi QRIS di neobank

Bayar pakai QRIS di neobank dari Bank Neo Commerce bisa menjadi pilihan praktis saat berburu kuliner viral. Kamu tinggal scan, bayar, dan selesai tanpa perlu repot menyiapkan uang tunai atau menunggu kembalian.

Selain cepat, transaksi juga tercatat rapi di aplikasi. Kamu bisa melihat pengeluaran kuliner dengan lebih jelas dan tetap menjaga kontrol keuangan, meski sedang ikut tren.

Fenomena antre di restoran viral tidak selalu soal benar atau salah. Worth it atau tidak sangat bergantung pada tujuan, kondisi, dan ekspektasi kamu sendiri. Dengan keputusan yang sadar dan metode pembayaran yang praktis seperti QRIS di neobank, pengalaman kuliner bisa tetap seru tanpa mengorbankan kenyamanan dan kendali finansial.

Selain itu, kamu juga bisa nikmati promo QRIS neobank di merchant tertentu dan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Jika ingin mempelajari fitur QRIS yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Klik QRIS neobank untuk info lengkap dan syarat dan ketentuan terbaru  tentang QRIS neobank.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Lokasoka Gandeng Ratusan UMKM Wujudkan Souvenir Bernilai dan Bermakna
India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Direksi KAI Services Gelar Pertemuan Bersama Komunitas Pengguna KRL di Gambir
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Budaya ESG lewat Gerakan Penanaman Pohon IKBI PT RPN
Solusi WhatsApp Business API untuk Bisnis Kecil dan UMKM
KAI Ingatkan Bahaya Beraktivitas di Jalur Rel, Keselamatan Jiwa Jadi Taruhan
Holding PTPN III (Persero) Perkuat Pengendalian Persediaan CPO melalui Stock Opname di KPBN Dumai
Bittime Tanggapi Drama Pasar Aset Kripto, Ingatkan Pentingnya Literasi dan Strategi Investasi Berkelanjutan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:37 WIB

Lokasoka Gandeng Ratusan UMKM Wujudkan Souvenir Bernilai dan Bermakna

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:28 WIB

India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:38 WIB

Direksi KAI Services Gelar Pertemuan Bersama Komunitas Pengguna KRL di Gambir

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:33 WIB

Solusi WhatsApp Business API untuk Bisnis Kecil dan UMKM

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:53 WIB

KAI Ingatkan Bahaya Beraktivitas di Jalur Rel, Keselamatan Jiwa Jadi Taruhan

Berita Terbaru