Purnama news|BINTAN – Polres Bintan menggelar evaluasi minggu pertama pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Vicon Polres Bintan, Senin (24/11/2025), dipimpin Karendal Ops Polres Bintan AKP Eriman. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Lantas Polres Bintan, para Kasatgas, Kasubsatgas, operator, serta personel Satlantas.
Dalam arahannya, AKP Eriman menegaskan pentingnya evaluasi untuk menilai capaian operasi periode 17-23 November 2025. Ia meminta seluruh personel meningkatkan kinerja pada minggu berikutnya.
“Kegiatan evaluasi ini penting agar setiap personel memahami perannya. Kami menargetkan di sisa waktu operasi, seluruh Satgas dapat meningkatkan kegiatan dan koordinasi untuk mencapai target 100 persen, demi terciptanya ketertiban di jalan raya,” ujarnya.
Fokus Teguran dan Edukasi
Pada minggu pertama, petugas lebih mengedepankan pendekatan humanis. Tidak ada penindakan tilang, namun tercatat 137 teguran tertulis: 108 untuk pengendara sepeda motor dan 29 kepada pengemudi mobil.
Sepekan pelaksanaan operasi juga mencatat hasil positif: angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Bintan nihil. Meski demikian, pelanggaran kasat mata masih banyak ditemukan. Temuan pengendara tanpa SIM bahkan menembus 140 persen dari target. Pelanggaran umum lainnya meliputi pengendara tanpa helm, STNK mati, dan pengemudi yang tidak menggunakan sabuk keselamatan.
Capaian Target Operasi
Hingga minggu pertama, Satgas Ops Zebra Seligi 2025 telah melaksanakan 183 kegiatan, mulai dari pencegahan, edukasi hingga penegakan hukum. Realisasi target operasi saat ini baru mencapai 49,75 persen.
Situasi Aman dan Terkendali
Selama Operasi Zebra berlangsung, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Bintan tetap aman dan kondusif. Tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Kasat Lantas Polres Bintan, Iptu Yelvis Oktaviano S.H., M.H., kembali mengimbau masyarakat mematuhi aturan lalu lintas bukan karena takut polisi, tetapi demi keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya. Operasi akan terus berlanjut dengan fokus menekan potensi kerawanan dan pelanggaran di jalan raya.







